Komnas PA bentuk tim reaksi cepat
Sabtu, 22 Maret 2014 - 13:42 WIB
Komnas PA bentuk tim reaksi cepat
A
A
A
Sindonews.com - Prihatin dengan kasus kekerasan terhadap anak yang semakin tinggi, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) akan membuat tim reaksi cepat.
"Kami, Komnas PA segera akan melaunching tim reaksi cepat perlindungan anak," kata Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA di Media Center Komnas, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (22/3/2014)
Arist melanjutkan bahwa tim reaksi cepat perlindungan anak ini dibentuk tidak hanya provinsi atau kota saja namun menyasar pada lingkungan terdekat.
"Tim reaksi ini akan kami sebar di RT dan RW yang ada di Indonesia agar tidak ada lagi keterlambatan pada perlindungan anak," katanya.
Arist mengatakan bahwa terwujudnya tim reaksi cepat ini harus didukung baik masyarakat maupun pemerintah.
"Kami dorong semua yang terkait untuk perlindungan anak baik pemerintah maupun masyarakat yang ada di lingkungan RT dan RW tadi," katanya.
Sehingga menurutnya tidak ada lagi korban berjatuhan karena tidak adanya reaksi cepat dari lembaga sosial anak di Indonesia.
Baca juga:
Balita diserika dengan sadis oleh orangtuanya
Anak disetrika ternyata korban penculikan
"Kami, Komnas PA segera akan melaunching tim reaksi cepat perlindungan anak," kata Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA di Media Center Komnas, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (22/3/2014)
Arist melanjutkan bahwa tim reaksi cepat perlindungan anak ini dibentuk tidak hanya provinsi atau kota saja namun menyasar pada lingkungan terdekat.
"Tim reaksi ini akan kami sebar di RT dan RW yang ada di Indonesia agar tidak ada lagi keterlambatan pada perlindungan anak," katanya.
Arist mengatakan bahwa terwujudnya tim reaksi cepat ini harus didukung baik masyarakat maupun pemerintah.
"Kami dorong semua yang terkait untuk perlindungan anak baik pemerintah maupun masyarakat yang ada di lingkungan RT dan RW tadi," katanya.
Sehingga menurutnya tidak ada lagi korban berjatuhan karena tidak adanya reaksi cepat dari lembaga sosial anak di Indonesia.
Baca juga:
Balita diserika dengan sadis oleh orangtuanya
Anak disetrika ternyata korban penculikan
(ysw)