Jadi TKI, Dewi ingin bantu ekonomi keluarga

Sabtu, 22 Maret 2014 - 05:32 WIB
Jadi TKI, Dewi ingin...
Jadi TKI, Dewi ingin bantu ekonomi keluarga
A A A
Sindonews.com - Keberangkatan Dewi Sukowati untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura untuk membantu perekonomian keluarga. Selain itu, Dewi ingin memiliki banyak uang untuk mengobati ibunya yang sedang sakit kanker.

"Kakak saya itu orang baik. Ia ingin mempunyai banyak penghasilan agar bisa mengobati ibu yang masih sakit," kata Adik kandung Dewi Sukowati, Anggun (19), Jumat 21 Maret 2014.

Di mata Anggun, Dewi Sukowati adalah sosok kakak yang perhatian dan penuh kasih sayang terhadap keluarganya. Saat masih berada di rumah, ia dan Dewi berbagai tugas mengurusi berbagai kebutuhan keluarga, mulai memasak, mencuci, menyapu rumah dan lain sebagainya.

Termasuk berbagi peran menjaga warung kelontong kecil di rumahnya. Dewi lebih banyak faham urusan warung. Sebab ia yang paling sering berada di rumah. Harga barang-barang ia tahu, termasuk harga pupuk bersubsidi yang ikut dipasarkan ayah mereka, Sukilan.

"Namun setelah saya hamil ia yang lebih banyak mengurus berbagai hal di rumah," terangnya.

Anggun sudah menikah. Namun ia masih tinggal satu rumah dengan keluarganya. Sedang suaminya saat ini sedang merantau di luar daerah.

Menurut Anggun, saat ibunya terkena stroke, Dewi Sukowati adalah orang yang paling perhatian. Ia melakukan berbagai hal mulai dari menyuapi, mengganti baju hingga membantu saat ibunya buang air kecil atau besar. "Jadi yang paling open (perhatian) ya dia," ujarnya.

Anggun mengaku, pihak keluarganya sudah mengetahui kasus yang membelit kakaknya sejak beberapa hari yang lalu. Informasi soal dugaan pembunuhan yang dilakukan Dewi Sukowati juga diketahui ibunya, Sutrisnawati. Sejak mengetahui informasi tersebut, menurut Anggun ibunya terlihat menanggung beban yang besar.

Anggun khawatir, jika hal itu akan berimbas pada kesehatan ibunya. Maklum saja, butuh waktu lama untuk menyembuhkan ibunya yang terserang stroke. Setelah melalui perawatan intensif, kaki ibunya sudah mulai bisa dipakai untuk berjalan, meski belum seperti orang normal pada umumnya.

Namun kemampuan bicara ibunya masih belum sepenuhnya normal. Cara bicara ibunya masih 'pelo' sehingga kerap tak jelas materi yang dibicarakannya. "Ini yang kami khawatir. Ibu terserang stroke lagi karena terus-terusan memikirkan nasib kakak," tandasnya.

Baca:
Berangkat secara ilegal, Dewi tak memiliki keterampilan
(mhd)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
2 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
2 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
2 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
3 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved