Lengan Pufelia harus diamputasi, keluarga masih pikir-pikir
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:42 WIB
Lengan Pufelia harus diamputasi, keluarga masih pikir-pikir
A
A
A
Sindonews.com - Dua lengan Pufelia Audriana Putri (5,5) melepuh seperti bekas terbakar. Belum diketahui penyebab pasti Pufelia mengalami kondisi itu. Ia kini dirawat di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat.
Ibu kandung Pufelia, Siti Halimah (28), mengatakan berdasarkan keterangan dokter, dua lengan anaknya harus diamputasi. Hal itu membuat kedua orangtua Pufelia tersentak.
Tapi Halimah kembali berusaha tegar menceritakan kondisi anaknya di hadapan wartawan dan staf RSHS. "Karena kedua lengannya busuk, katanya harus segera diamputasi," ujarnya di RSHS, Jumat (21/3/2014).
Soal amputasi itu, jelas Halimah dan keluarganya kebingungan. Apalagi jika melihat sang anak yang baru berusia 5,5 tahun. Hingga kini, pihak keluarga masih pikir-pikir untuk mengamputasi Pufelia.
"Harusnya memang segera diamputasi. Cuma dari pihak keluarga (masih pikir-pikir). Mengertilah posisi saya sebagai ibu seperti apa," ungkapnya.
Haliah pun memilih menunggu perkembangan sang anak sekaligus berpikir dan berembuk dengan keluarga soal rencana amputasi pada Pufelia.
Seperti diberitakan, Pufelia mengalami demam dan pada 19 Februari dibawa ke Klinik Eka Medika di Purwakarta. Saat itu ia didiagnosis menderita typus sehingga harus dirawat.
Pufelia sempat diinfus di lengan kanannya, tapi tak lama kemudian bengkak. Infusan kemudian dicabut dan dipindahkan ke lengan kiri. Setelah tiga hari, Pufelia dibawa pulang.
Di rumah, dua lengannya membengkak. Bahkan ketika disentuh, Pufelia tampak kesakitan. Pufelia lalu dibawa lagi ke klinik pada 23 Februari, tapi kemudian dirujuk ke RSHS. Pada 24 Februari, balita lucu itu dibawa ke RSHS dan menjalani perawatan hingga kini.
Dua lengannya melepuh mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan dua lengannya kini tak bisa digerakkan.
Baca juga:
Lengan Pufelia melepuh seperti terbakar
Ibu kandung Pufelia, Siti Halimah (28), mengatakan berdasarkan keterangan dokter, dua lengan anaknya harus diamputasi. Hal itu membuat kedua orangtua Pufelia tersentak.
Tapi Halimah kembali berusaha tegar menceritakan kondisi anaknya di hadapan wartawan dan staf RSHS. "Karena kedua lengannya busuk, katanya harus segera diamputasi," ujarnya di RSHS, Jumat (21/3/2014).
Soal amputasi itu, jelas Halimah dan keluarganya kebingungan. Apalagi jika melihat sang anak yang baru berusia 5,5 tahun. Hingga kini, pihak keluarga masih pikir-pikir untuk mengamputasi Pufelia.
"Harusnya memang segera diamputasi. Cuma dari pihak keluarga (masih pikir-pikir). Mengertilah posisi saya sebagai ibu seperti apa," ungkapnya.
Haliah pun memilih menunggu perkembangan sang anak sekaligus berpikir dan berembuk dengan keluarga soal rencana amputasi pada Pufelia.
Seperti diberitakan, Pufelia mengalami demam dan pada 19 Februari dibawa ke Klinik Eka Medika di Purwakarta. Saat itu ia didiagnosis menderita typus sehingga harus dirawat.
Pufelia sempat diinfus di lengan kanannya, tapi tak lama kemudian bengkak. Infusan kemudian dicabut dan dipindahkan ke lengan kiri. Setelah tiga hari, Pufelia dibawa pulang.
Di rumah, dua lengannya membengkak. Bahkan ketika disentuh, Pufelia tampak kesakitan. Pufelia lalu dibawa lagi ke klinik pada 23 Februari, tapi kemudian dirujuk ke RSHS. Pada 24 Februari, balita lucu itu dibawa ke RSHS dan menjalani perawatan hingga kini.
Dua lengannya melepuh mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan dua lengannya kini tak bisa digerakkan.
Baca juga:
Lengan Pufelia melepuh seperti terbakar
(lns)