Setelah diinfus di Klinik Medika Purwakarta, lengan Pufelia melepuh
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:35 WIB
Setelah diinfus di Klinik Medika Purwakarta, lengan Pufelia melepuh
A
A
A
Sindonews.com - Pufelia Audriana Putri (5,5), terpaksa menjalani perawatan intensif sejak 24 Februari hingga kini di Gedung Kenanga RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat.
Bocah lucu itu dua lengannya melepuh seperti bekas terbakar, mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan lengannya kini tidak bisa digerakkan.
Saat ditemui di RSHS, Jumat (21/3/2014), ibu kandung Pufelia, Siti Halimah (28), tampak tegar. Ia berusaha tak memperlihatkan kesedihannya di hadapan para wartawan dan staf rumah sakit yang ada di lokasi.
Dengan ramah, Siti menjelaskan kronologi yang membuat anaknya menderita seperti itu. Pada 19 Februari lalu, Pufelia yang demam dibawa ke salah satu Klinik Eka Medika di Purwakarta. "Dari pihak klinik katanya (Pufelia) typus, harus diopname," kata Siti.
Di klinik itu, Pufelia sempat dirawat selama tiga hari. Awalnya, lengan kannnya dipasang infus, tapi tak berapa lama lengannya malah bengkak.
Pihak klinik lalu mencabut infus di lengan kiri Pufelia. Setelah itu, giliran lengan kirinya yang dipasang infus.
Setelah tiga hari, demam Pufelia tak kunjung sembuh. Akhirnya Pufelia dibawa ke rumah. Setelah di rumah, dua lengan Pufelia justru membengkak.
"Kalau dipegang tangannya dia teriak kesakitan," ungkap Siti.
Pada 23 Februari, Siti pun kembali membawa Pufelia ke Klinik Eka Media. Pufelia lalu dirujuk ke RSHS agar mendapat penanganan lebih intensif.
Keesokan harinya, 24 Februari, Pufelia dibawa ke RSHS dan mendapat perawatan hingga kini. Soal penyebab pasti kenapa dua lengan Pufelia bisa seperti itu, hingga kini Siti mengaku belum tahu pasti.
Yang jelas, ia berharap Pufelia segera sembuh. Untuk perawatan Pufelia, Siti menggunaan BPJS Kesehatan.
Bocah lucu itu dua lengannya melepuh seperti bekas terbakar, mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan lengannya kini tidak bisa digerakkan.
Saat ditemui di RSHS, Jumat (21/3/2014), ibu kandung Pufelia, Siti Halimah (28), tampak tegar. Ia berusaha tak memperlihatkan kesedihannya di hadapan para wartawan dan staf rumah sakit yang ada di lokasi.
Dengan ramah, Siti menjelaskan kronologi yang membuat anaknya menderita seperti itu. Pada 19 Februari lalu, Pufelia yang demam dibawa ke salah satu Klinik Eka Medika di Purwakarta. "Dari pihak klinik katanya (Pufelia) typus, harus diopname," kata Siti.
Di klinik itu, Pufelia sempat dirawat selama tiga hari. Awalnya, lengan kannnya dipasang infus, tapi tak berapa lama lengannya malah bengkak.
Pihak klinik lalu mencabut infus di lengan kiri Pufelia. Setelah itu, giliran lengan kirinya yang dipasang infus.
Setelah tiga hari, demam Pufelia tak kunjung sembuh. Akhirnya Pufelia dibawa ke rumah. Setelah di rumah, dua lengan Pufelia justru membengkak.
"Kalau dipegang tangannya dia teriak kesakitan," ungkap Siti.
Pada 23 Februari, Siti pun kembali membawa Pufelia ke Klinik Eka Media. Pufelia lalu dirujuk ke RSHS agar mendapat penanganan lebih intensif.
Keesokan harinya, 24 Februari, Pufelia dibawa ke RSHS dan mendapat perawatan hingga kini. Soal penyebab pasti kenapa dua lengan Pufelia bisa seperti itu, hingga kini Siti mengaku belum tahu pasti.
Yang jelas, ia berharap Pufelia segera sembuh. Untuk perawatan Pufelia, Siti menggunaan BPJS Kesehatan.
(lns)