Angkut 24 siswa SD, jet coaster anjlok di tengah jalan
Kamis, 20 Maret 2014 - 19:24 WIB
Angkut 24 siswa SD, jet coaster anjlok di tengah jalan
A
A
A
Sindonews.com - Wahana jet coaster di Taman Kyai Langgeng, Kota Magelang, mengalami mogok saat tengah membawa 24 siswa sekolah dasar. Diduga, wahana itu mogok karena termakan usia, sebab sudah 17 tahun digunakan.
Saat tengah melaju, mesin wahana langsung berhenti mendadak. Sehingga, para penumpang yang berasal dari siswa SDN 1 Plawangan, Kabupaten Rembang, mengalami syok. Bahkan, tujuh di antaranya mengalami lebam dan luka ringan akibat terjepit.
Salah seorang saksi Isnaeni (45) mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat anaknya naik jet coaster bersama rekan-rekannya, sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, setelah wahana berjalan hingga setinggi delapan meter, tiba-tiba mesin mati dan terdengar suara benturan keras.
“Anak-anak banyak yang menjerit karena ketakutan dan terjebak di atas. Saya juga panik, lalu mencari petugas untuk memberikan pertolongan,” katanya, kepada wartawan, Kamis (19/3/2014).
Sejumlah petugas yang datang, kemudian mengevakuasi para penumpang tanpa alat yang memadai. Di antaranya dengan menggunakan tangga, dan memanjat besi-besi penyangga jet coaster. Tujuh korban yang mengalami luka ringan segera dibawa ke rumah sakit terdekat. “Tidak ada yang luka serius, hanya kaget dan syok,” lanjutnya.
Heri, Operator Jet Coaster mengatakan, wahana itu tiba-tiba berhenti karena roda salah satu gerbong lepas dan anjlok dari rel. Akibatnya, enam gerbong berhenti mendadak di saat berbelok di tikungan rel yang tajam.
"Ada beberapa bagian rel yang rapuh dan berkarat. Tadi jet coaster baru pertama beroperasi untuk hari ini. Saya sendiri tidak tahu mengapa bisa terjadi (kecelakaan) ini, sebelumnya sudah dicek kok," ungkap dia.
Akibat kejadian itu, wahana sepanjang 60 meter itu ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Sekitar wahana dipasang garis polisi. Sejumlah polisi juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki pasti penyebab kecelakaan itu.
Saat tengah melaju, mesin wahana langsung berhenti mendadak. Sehingga, para penumpang yang berasal dari siswa SDN 1 Plawangan, Kabupaten Rembang, mengalami syok. Bahkan, tujuh di antaranya mengalami lebam dan luka ringan akibat terjepit.
Salah seorang saksi Isnaeni (45) mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat anaknya naik jet coaster bersama rekan-rekannya, sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, setelah wahana berjalan hingga setinggi delapan meter, tiba-tiba mesin mati dan terdengar suara benturan keras.
“Anak-anak banyak yang menjerit karena ketakutan dan terjebak di atas. Saya juga panik, lalu mencari petugas untuk memberikan pertolongan,” katanya, kepada wartawan, Kamis (19/3/2014).
Sejumlah petugas yang datang, kemudian mengevakuasi para penumpang tanpa alat yang memadai. Di antaranya dengan menggunakan tangga, dan memanjat besi-besi penyangga jet coaster. Tujuh korban yang mengalami luka ringan segera dibawa ke rumah sakit terdekat. “Tidak ada yang luka serius, hanya kaget dan syok,” lanjutnya.
Heri, Operator Jet Coaster mengatakan, wahana itu tiba-tiba berhenti karena roda salah satu gerbong lepas dan anjlok dari rel. Akibatnya, enam gerbong berhenti mendadak di saat berbelok di tikungan rel yang tajam.
"Ada beberapa bagian rel yang rapuh dan berkarat. Tadi jet coaster baru pertama beroperasi untuk hari ini. Saya sendiri tidak tahu mengapa bisa terjadi (kecelakaan) ini, sebelumnya sudah dicek kok," ungkap dia.
Akibat kejadian itu, wahana sepanjang 60 meter itu ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Sekitar wahana dipasang garis polisi. Sejumlah polisi juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki pasti penyebab kecelakaan itu.
(san)