Korban tewas tabrakan KA vs odong-odong bertambah 1
Kamis, 20 Maret 2014 - 18:20 WIB
Korban tewas tabrakan KA vs odong-odong bertambah 1
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas dalam kecelakaan antara kereta api (KA) Kaligung Mas 176 dengan kereta mini di palang pintu perlitasan Dukuh Sinom, RT 6/2, Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, bertambah satu orang. Korban tewas adalah Arikah Oktaviani (5), warga Dukuh Tempel, RT 7/3, Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri.
Korban tewas sebelumnya adalah Ramisih (60). Dia dinyatakan tewas di lokasi kejadian, setelah beberapa saat peristiwa itu terjadi. Selain korban tewas, kecelakaan maut juga mengakibatkan kaki kiri Kafrah (58), salah satu korban harus diamputasi karena mengalami patah tulang.
Sejauh ini, jumlah korban lain yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri mencapai tujuh orang. Terdiri dari Sarmi (56) (patah tangan kiri), Nurul Azizah (9) (patah tulang pinggul dan anus robek), Zelviana Dinar (2) (luka di pipi dan pelipis), Verara Wijen (1) (luka di kepala) dan Nia Juli P (9) (luka robek didagu), Abdul Wakid (2) (luka di bagian lengan dan badan), serta Rahmad Kurnianto (4) (luka lecet).
Humas RSI Weleri Farid Hermawan mengatakan, Arikah Oktaviani sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSI Weleri. Korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 22.10 WIB, karena luka di bagian kepala akibat terbentur benda keras.
“Korban sempat mendapat perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka setelah beberapa saat dinyatakan meninggal,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (20/3/2014).
Korban yang menjalani operasi amputasi pada kaki kiri, saat ini masih terbaring di ruang ICU, menunggu kondisi stabil. Setelah itu, tim medis akan melakukan pembersihan luka dan perbaikan lengan kiri yang juga mengalami gangguan.
“Operasi dilakukan Rabu 19 Maret 2014 malam. Untuk itu, kami masih menunggu kondisi korban, untuk dilakukan pengobatan selanjutnya,” paparnya.
Sedangkan tujuh korban lain juga masih menajalani perawatan. Dia memastikan, seluruh korban masih dalam kondisi stabil.
“Seluruh korban masih dalam perawatan, satu di antaranya menjalani rawat jalan dalam arti sudah pulang kerumah, yakni Eko Wahyu (31). Secara umum, kondisi korban kondisinya stabil dengan pemantuan tim medis, baik perawat maupun dokter,” jelasnya.
Sementara itu, keluarga Kafrah, Muh Yusuf (40) berharap, PT KAI dapat memberikan bantuan. Sebab, saat ini kondisi keluarganya sedang kesulitan uang untuk membayar biaya operasi maupun perawatan rumah sakit. “Sampai saat ini, belum ada pihak KAI menemui keluarga kami,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menuturkan, dirinya akan memperjuangkan hak-hak para korban. Selain itu, dirinya telah memberikan uang tali asih kepada para korban baik yang meninggal maupun yang masih perawatan di rumah sakit.
“Kami akan upayakan para korban mendapatkan bantuan biaya pengobatan,” tukasnya.
Baca juga:
Angkut 20 penumpang, odong-odong tertabrak kereta
Korban tewas sebelumnya adalah Ramisih (60). Dia dinyatakan tewas di lokasi kejadian, setelah beberapa saat peristiwa itu terjadi. Selain korban tewas, kecelakaan maut juga mengakibatkan kaki kiri Kafrah (58), salah satu korban harus diamputasi karena mengalami patah tulang.
Sejauh ini, jumlah korban lain yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri mencapai tujuh orang. Terdiri dari Sarmi (56) (patah tangan kiri), Nurul Azizah (9) (patah tulang pinggul dan anus robek), Zelviana Dinar (2) (luka di pipi dan pelipis), Verara Wijen (1) (luka di kepala) dan Nia Juli P (9) (luka robek didagu), Abdul Wakid (2) (luka di bagian lengan dan badan), serta Rahmad Kurnianto (4) (luka lecet).
Humas RSI Weleri Farid Hermawan mengatakan, Arikah Oktaviani sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSI Weleri. Korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 22.10 WIB, karena luka di bagian kepala akibat terbentur benda keras.
“Korban sempat mendapat perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka setelah beberapa saat dinyatakan meninggal,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (20/3/2014).
Korban yang menjalani operasi amputasi pada kaki kiri, saat ini masih terbaring di ruang ICU, menunggu kondisi stabil. Setelah itu, tim medis akan melakukan pembersihan luka dan perbaikan lengan kiri yang juga mengalami gangguan.
“Operasi dilakukan Rabu 19 Maret 2014 malam. Untuk itu, kami masih menunggu kondisi korban, untuk dilakukan pengobatan selanjutnya,” paparnya.
Sedangkan tujuh korban lain juga masih menajalani perawatan. Dia memastikan, seluruh korban masih dalam kondisi stabil.
“Seluruh korban masih dalam perawatan, satu di antaranya menjalani rawat jalan dalam arti sudah pulang kerumah, yakni Eko Wahyu (31). Secara umum, kondisi korban kondisinya stabil dengan pemantuan tim medis, baik perawat maupun dokter,” jelasnya.
Sementara itu, keluarga Kafrah, Muh Yusuf (40) berharap, PT KAI dapat memberikan bantuan. Sebab, saat ini kondisi keluarganya sedang kesulitan uang untuk membayar biaya operasi maupun perawatan rumah sakit. “Sampai saat ini, belum ada pihak KAI menemui keluarga kami,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menuturkan, dirinya akan memperjuangkan hak-hak para korban. Selain itu, dirinya telah memberikan uang tali asih kepada para korban baik yang meninggal maupun yang masih perawatan di rumah sakit.
“Kami akan upayakan para korban mendapatkan bantuan biaya pengobatan,” tukasnya.
Baca juga:
Angkut 20 penumpang, odong-odong tertabrak kereta
(san)