Masih normal, hewan liar belum turun Gunung Slamet
Kamis, 20 Maret 2014 - 17:09 WIB
Masih normal, hewan liar belum turun Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Status Gunung Slamet masih waspada. Kendati terus mengeluarkan letusan abu vulkanik, asap hitam pekat, dan gempa terus-menerus, suhu udara di kaki gunung belum menunjukkan hal yang membahayakan.
Muslih (31), warga Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Pemalang, mengatakan suhu udara masih normal. Tidak ada hewan hutan yang turun dari atas Gunung Slamet ke pemukiman warga.
"Belum terlihat ada hewan turun. Suhu udara juga masih normal biasa," kata Muslih, kepada Sindonews, Kamis (20/03/2014).
Desa Jurangmangu berada paling dekat dengan puncak Gunung Slamet, di wilayah Kabupaten Pemalang. Jarak desa yang juga menjadi salah satu jalur pendakian Gunung Slamet ini, sekitar enam kilometer dari puncak gunung.
Hal senada diungkapkan oleh Fahmi (25), warga Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Belum ada hewan liar dari hutan, seperti harimau dan kera yang terlihat dari pemukiman warga. "Hanya hujan abu yang turun beberapa hari ini," ungkapnya.
Menurut Fahmi, hewan-hewan yang berada di hutan Gunung Slamet baru akan turun ke kawasan pemukiman warga, jika suhu udara di lereng gunung mulai memanas. "Ini masih biasa, belum ada yang melihat hewan-hewan turun gunung," imbuhnya.
Baca juga:
Guci & Tuwel diguyur abu vulkanik Gunung Slamet
Muslih (31), warga Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Pemalang, mengatakan suhu udara masih normal. Tidak ada hewan hutan yang turun dari atas Gunung Slamet ke pemukiman warga.
"Belum terlihat ada hewan turun. Suhu udara juga masih normal biasa," kata Muslih, kepada Sindonews, Kamis (20/03/2014).
Desa Jurangmangu berada paling dekat dengan puncak Gunung Slamet, di wilayah Kabupaten Pemalang. Jarak desa yang juga menjadi salah satu jalur pendakian Gunung Slamet ini, sekitar enam kilometer dari puncak gunung.
Hal senada diungkapkan oleh Fahmi (25), warga Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Belum ada hewan liar dari hutan, seperti harimau dan kera yang terlihat dari pemukiman warga. "Hanya hujan abu yang turun beberapa hari ini," ungkapnya.
Menurut Fahmi, hewan-hewan yang berada di hutan Gunung Slamet baru akan turun ke kawasan pemukiman warga, jika suhu udara di lereng gunung mulai memanas. "Ini masih biasa, belum ada yang melihat hewan-hewan turun gunung," imbuhnya.
Baca juga:
Guci & Tuwel diguyur abu vulkanik Gunung Slamet
(san)