Hadapi gempa 8,2 SR di Mentawai, 9 negara ikut simulasi
Kamis, 20 Maret 2014 - 13:26 WIB
Hadapi gempa 8,2 SR di Mentawai, 9 negara ikut simulasi
A
A
A
Sindonews.com - Bencana yang diprediksi terjadi di wilayah Mentawai Sumatera Barat, terus diantisipasi. Kesiapan dan kesiagaan menghadapi bencana itu rutin disimulasikan.
Hari ini, ribuan personel sekitar 3.891 mengikuti apel siaga simulasi Mentawai Megatrusth Disaster Relief Exercise (DiREX) 2014. Mereka merupakan jajaran penanggulangan kebencanaan nasional berasal dari jajaran TNI, Polri, Kementerian, delapan organisasi internasional, tujuh perusahaan swasta dan sembilan negara Asean.
Apel digelar di Lapangan Udara Tabing Padang itu dipimpin Menkokesra Agung Laksono, di Lapangan Udara Tabing Padang.
Menkokesra Agung Laksono mengatakan, apel merupakan kegiatan persiapan melakukan simulasi Mentawai Megatrusth DiREX 2014 yang dilakuan selama tujuh hari di kota Padang. Latihan dilakukan mulai besok.
"Simulasi harus digelar karena adanya ancaman terjadinya gempa dengan kekuatan berskala besar 8,9 SR di Kepulauan Mentawai akibat pergeseran lempengan Indo-Australia dengan lempengan Eurasia yang mengakibatkan terjadinya tsunami," jelas Agung Laksono.
Dengan kegiatan itu, jika nantinya terjadi bencana maka bisa diantisipai dan jumlah korban bisa diminimalisir.
Hari ini, ribuan personel sekitar 3.891 mengikuti apel siaga simulasi Mentawai Megatrusth Disaster Relief Exercise (DiREX) 2014. Mereka merupakan jajaran penanggulangan kebencanaan nasional berasal dari jajaran TNI, Polri, Kementerian, delapan organisasi internasional, tujuh perusahaan swasta dan sembilan negara Asean.
Apel digelar di Lapangan Udara Tabing Padang itu dipimpin Menkokesra Agung Laksono, di Lapangan Udara Tabing Padang.
Menkokesra Agung Laksono mengatakan, apel merupakan kegiatan persiapan melakukan simulasi Mentawai Megatrusth DiREX 2014 yang dilakuan selama tujuh hari di kota Padang. Latihan dilakukan mulai besok.
"Simulasi harus digelar karena adanya ancaman terjadinya gempa dengan kekuatan berskala besar 8,9 SR di Kepulauan Mentawai akibat pergeseran lempengan Indo-Australia dengan lempengan Eurasia yang mengakibatkan terjadinya tsunami," jelas Agung Laksono.
Dengan kegiatan itu, jika nantinya terjadi bencana maka bisa diantisipai dan jumlah korban bisa diminimalisir.
(lns)