BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami

Sabtu, 07 November 2020 - 08:59 WIB
loading...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kejadian dan Parameter gempa bumi pada Sabtu, 07 November 2020 pukul 06.41.48 WIB wilayah Mamuju Tengah diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,98 LS dan 119,33 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 km arah Barat Daya Kota Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan jenis dan Mekanisme Gempabumi. (BACA JUGA: Gempa Bumi M4, BPBD Kabupaten Bandung Tak Terima Laporan Kerusakan)

Menurutnya, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju (Mamuju Thrust).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust-fault )," ujar Rahmat lewat keterangan persnya, Sabtu (7/11/2020).

Ia melanjutkan, guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mamuju Tengah III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Mamuju Utara, Mamuju dan Pasangkayu III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. (BACA JUGA: Bolsel Kembali Diguncang Gempa, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami)

"Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," tegasnya.

Hingga pukul 07.25 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," imbaunya.

Rahmat juga meminta masyarakat memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Komaruddin Bagja Arjawinangun
(vit)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2357 seconds (10.177#12.26)