Aher: Saya anti asing!
Rabu, 19 Maret 2014 - 18:32 WIB
Aher: Saya anti asing!
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mendukung eksplorasi geothermal Gunung Ciremai. Apalagi, meski dikelola pihak asing, seluruh energi yang dieksplorasi akan tetap dibeli perusahaan dalam negeri, yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Saya juga anti jika asing menguasai. Tapi kali ini pemenang lelang memang dari perusahaan asing, sedangkan perusahaan dalam negeri bertumbangan,” katanya, usai mengisi kuliah umum, di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Rabu (19/3/2014).
Di hadapan peserta kuliah umum, Aher juga sempat menjelaskan lokasi pengeboran geothermal nantinya bukan berada di areal Taman Nasional Gunung Ciremai yang dilindungi. Karena itu, dia meyakinkan kegiatan pertambangan di areal ini tak merusak lingkungan, sebagaimana dikhawatirkan sejumlah kalangan.
Lebih lanjut, dia menepis dugaan yang menyebut lelang geothermal tak transparan. Menurutnya, lelang terbuka di internet dan tanpa rekayasa dan hasil eksplorasi geothermal Ciremai, akan mendatangkan kemaslahatan bagi rakyat.
“Saya menduga ada politisiasi di balik isu itu. Itu kan hoax, kenapa baru diributkan sekarang. Jangan terjebak berita bohonglah,” terangnya.
Menurut Aher, politisasi isu tersebut ditujukan kepada dirinya. Dia pun menjelaskan, saat ini belum ada kesepakatan antara pemerintah dengan pihak Chevron selaku pemenang lelang pengelolaan geothermal Gunung Ciremai.
"Ada aturan gubernur yang menyatakan siapapun pemenang lelang, baik Pemprov dan Pemkab terkait, harus mendapat kompensasi 20 persen, baik royalti maupun energinya. Inilah yang belum mencapai kesepakatan," tukasnya.
Baca juga:
Aher gerah, isu jual Gunung Cermai dipolitisir
“Saya juga anti jika asing menguasai. Tapi kali ini pemenang lelang memang dari perusahaan asing, sedangkan perusahaan dalam negeri bertumbangan,” katanya, usai mengisi kuliah umum, di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Rabu (19/3/2014).
Di hadapan peserta kuliah umum, Aher juga sempat menjelaskan lokasi pengeboran geothermal nantinya bukan berada di areal Taman Nasional Gunung Ciremai yang dilindungi. Karena itu, dia meyakinkan kegiatan pertambangan di areal ini tak merusak lingkungan, sebagaimana dikhawatirkan sejumlah kalangan.
Lebih lanjut, dia menepis dugaan yang menyebut lelang geothermal tak transparan. Menurutnya, lelang terbuka di internet dan tanpa rekayasa dan hasil eksplorasi geothermal Ciremai, akan mendatangkan kemaslahatan bagi rakyat.
“Saya menduga ada politisiasi di balik isu itu. Itu kan hoax, kenapa baru diributkan sekarang. Jangan terjebak berita bohonglah,” terangnya.
Menurut Aher, politisasi isu tersebut ditujukan kepada dirinya. Dia pun menjelaskan, saat ini belum ada kesepakatan antara pemerintah dengan pihak Chevron selaku pemenang lelang pengelolaan geothermal Gunung Ciremai.
"Ada aturan gubernur yang menyatakan siapapun pemenang lelang, baik Pemprov dan Pemkab terkait, harus mendapat kompensasi 20 persen, baik royalti maupun energinya. Inilah yang belum mencapai kesepakatan," tukasnya.
Baca juga:
Aher gerah, isu jual Gunung Cermai dipolitisir
(san)