Erupsi, Gunung Slamet semburkan asap setinggi 2.000 meter
Rabu, 19 Maret 2014 - 14:47 WIB
Erupsi, Gunung Slamet semburkan asap setinggi 2.000 meter
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Slamet terus menunjukan aktivitas. Hari ini gunung yang berada di perbatasan lima kabupaten itu menyemburkan letusan asap setinggi 2.000 meter.
Berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, letusan asap cukup kuat terjadi sekira pukul 08.47 WIB.
Letusan itu menyemburkan material abu vulkanik setinggi 2.000 meter berwarna hitam kelabu.
"Satu kali letusan terpantau cukup kuat. Material abunya terbawa ke arah barat laut," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi kepada Sindonews, Rabu (19/3/2014).
Letusan tersebut merupakan letusan yang kedua kali dari pengamatan pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Letusan asap pertama terjadi pada pukul 07.55 WIB dengan ketinggian sekitar 900 meter dan mengarah ke barat laut.
Adapun aktivitas kegempaan yang terjadi dalam kurun waktu itu terpantau adalah gempa hembusan sebanyak tiga kali dan gempa letusan sebanyak tiga kali.
Sementara dari pantauan pukul 00.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB terpantau letusan asap sebanyak 10 kali dengan ketinggian 300 - 1.500 meter.
Menurut Sukedi, jika dibandingkan dengan hari sebelumnya aktivitas yang terpantau memang cenderung mengalami peningkatan.
Meski demikian, kenaikan aktivitas belum mempengaruhi status saat ini. "Aktivitas fluktuatif. Sedangkan status saat ini masih waspada," kata Sukedi.
Berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, letusan asap cukup kuat terjadi sekira pukul 08.47 WIB.
Letusan itu menyemburkan material abu vulkanik setinggi 2.000 meter berwarna hitam kelabu.
"Satu kali letusan terpantau cukup kuat. Material abunya terbawa ke arah barat laut," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi kepada Sindonews, Rabu (19/3/2014).
Letusan tersebut merupakan letusan yang kedua kali dari pengamatan pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Letusan asap pertama terjadi pada pukul 07.55 WIB dengan ketinggian sekitar 900 meter dan mengarah ke barat laut.
Adapun aktivitas kegempaan yang terjadi dalam kurun waktu itu terpantau adalah gempa hembusan sebanyak tiga kali dan gempa letusan sebanyak tiga kali.
Sementara dari pantauan pukul 00.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB terpantau letusan asap sebanyak 10 kali dengan ketinggian 300 - 1.500 meter.
Menurut Sukedi, jika dibandingkan dengan hari sebelumnya aktivitas yang terpantau memang cenderung mengalami peningkatan.
Meski demikian, kenaikan aktivitas belum mempengaruhi status saat ini. "Aktivitas fluktuatif. Sedangkan status saat ini masih waspada," kata Sukedi.
(sms)