Warga Batu serahkan 6 pucuk papporo
Rabu, 19 Maret 2014 - 14:46 WIB
Warga Batu serahkan 6 pucuk papporo
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak enam senjata api rakitan jenis paporrok, dan puluhan anak panah diserahkan warga Batu, kepada aparat keamanan. Penyerahan senpi rakitan secara sukarela ini, dilakukan warga Batu untuk menciptakan suasana damai di Kelurahan Mancani menjelang pemilu.
Penyerahan senpi rakitan itu disaksikan Wali Kota Palopo dan unsur Muspida Kota Palopo. Sebelumnya, warga Uri menyerahkan senpi rakitan jenis papporo.
Senjata mematikan tersebut, sebelumnya dipergunakan warga untuk membunuh saat terjadi kerusuhan seminggu lalu, antara warga Uri dan Batu, di Kelurahan Mancani.
Penyerahan senpi rakitan ini ditanggapi positif Kapolres Kota Palopo. Setidaknya hal tersebut bisa membuat suasana lebih kondusif menjelang Pemilu 9 April 2014.
Pertikaian berkepanjangan antara warga Uri dengan warga Batu membuat Kota Palopo ditetapkan Polda Sulselbar sebagai zona merah dalam Pemilu 2014. Kapolres juga mengatakan tidak akan melakukan razia senpi rakitan ke rumah-rumah warga jika tidak ada yang menyimpan papporo di rumah.
Warga Batu mengaku, dengan menyerahkan senpi rakitan tersebut berharap suasana perdamaian bisa diciptakan. Mereka juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk menjamin keamanan di Kelurahan Mancani agar warga tidak lagi terprovokasi untuk berbuat kerusuhan.
Sementara itu, Wali Kota Palopo berharap, warga segera mengakhiri perang antar lingkungan tersebut. Sebab pertikaian itu hanya menimbulkan kesengsaraan dan kerugian di pihak warga sendiri.
Penyerahan senpi rakitan itu disaksikan Wali Kota Palopo dan unsur Muspida Kota Palopo. Sebelumnya, warga Uri menyerahkan senpi rakitan jenis papporo.
Senjata mematikan tersebut, sebelumnya dipergunakan warga untuk membunuh saat terjadi kerusuhan seminggu lalu, antara warga Uri dan Batu, di Kelurahan Mancani.
Penyerahan senpi rakitan ini ditanggapi positif Kapolres Kota Palopo. Setidaknya hal tersebut bisa membuat suasana lebih kondusif menjelang Pemilu 9 April 2014.
Pertikaian berkepanjangan antara warga Uri dengan warga Batu membuat Kota Palopo ditetapkan Polda Sulselbar sebagai zona merah dalam Pemilu 2014. Kapolres juga mengatakan tidak akan melakukan razia senpi rakitan ke rumah-rumah warga jika tidak ada yang menyimpan papporo di rumah.
Warga Batu mengaku, dengan menyerahkan senpi rakitan tersebut berharap suasana perdamaian bisa diciptakan. Mereka juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk menjamin keamanan di Kelurahan Mancani agar warga tidak lagi terprovokasi untuk berbuat kerusuhan.
Sementara itu, Wali Kota Palopo berharap, warga segera mengakhiri perang antar lingkungan tersebut. Sebab pertikaian itu hanya menimbulkan kesengsaraan dan kerugian di pihak warga sendiri.
(san)