Kapolda: Pasti ada sanksi tegas
Rabu, 19 Maret 2014 - 11:06 WIB
Kapolda: Pasti ada sanksi tegas
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas pemecatan dan pidana terhadap pelaku penembakan terhadap Kepala Detasemen Markas (Kadenma) Polda Metro Jaya AKBP Pamudji. Akibat tembakan itu, Pamudji tewas di tempat kejadian.
"Pasti ada sanksi tegas," kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Dwi Priyatno di Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Dwi juga mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan guna mendalami kasus penambakan tersebut. "Saat ini semuanya masih dalam penyidikan," sambung mantan Kapolda Jawa Tengah ini.
Dwi juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi dalam kasus penembakan antar polisi itu. Guna pengungkap kasus itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan identifikasi untuk mendalami motif penembakan itu.
"Kita tidak kejar pengakuan, tapi berdasarkan alat bukti," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Pamudji ditemukan tewas di kantor piket Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) dalam areal Polda Metro Jaya. Menurut informasi yang dihimpun, Pamudji tewas setelah dibedil oleh anak buahnya sendiri setelah sempat cekcok, Selasa 18 Maret 2014 semalam.
Baca:
Rumah AKBP Pamudji 'dibanjiri' pelayat
"Pasti ada sanksi tegas," kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Dwi Priyatno di Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Dwi juga mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan guna mendalami kasus penambakan tersebut. "Saat ini semuanya masih dalam penyidikan," sambung mantan Kapolda Jawa Tengah ini.
Dwi juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi dalam kasus penembakan antar polisi itu. Guna pengungkap kasus itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan identifikasi untuk mendalami motif penembakan itu.
"Kita tidak kejar pengakuan, tapi berdasarkan alat bukti," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Pamudji ditemukan tewas di kantor piket Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) dalam areal Polda Metro Jaya. Menurut informasi yang dihimpun, Pamudji tewas setelah dibedil oleh anak buahnya sendiri setelah sempat cekcok, Selasa 18 Maret 2014 semalam.
Baca:
Rumah AKBP Pamudji 'dibanjiri' pelayat
(mhd)