Kronologis penembakan perwira di Polda Metro Jaya
Rabu, 19 Maret 2014 - 01:34 WIB
Kronologis penembakan perwira di Polda Metro Jaya
A
A
A
Sindonews.com - Kasus penembakan perwira polisi membuat gempar seisi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda Metro Jaya). Maklum saja, perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar (AKBP) itu diduga tewas ditembak oleh anak buahnya sendiri di dalam kantornya.
Kepala Siaga Yanma Polda Metro Jaya Kompol Yani Suryani menerangkan, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Diduga korban, Kepala Pelayanan Masyarakat (Kayanmas) Polda Metro Jaya AKBP Pamuji, tewas ditembak oleh Brigadir Susanto.
"Ada saksi yang melihat keduanya terlibat cekcok mulut yang berujung penembakan," terangnya kepada wartawan, Selasa 18 Maret 2014.
Ia menjelaskan, sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, Aiptu Dede Suryani Komandan Regu 2 melihat korban dan pelaku terlibat pertengkaran mulut di kantor piket Yanma Polda Metro Jaya, sekira pukul 21.30 WIB, Selasa 18 Maret 2014.
Dede kemudian meninggalkan ruangan tersebut karena tidak mau terlibat dalam percekcokan itu. Namun tak berapa lama kemudian, Dede mendengar suara tembakan sebanyak dua kali.
"Dede langsung berlari kembali ke Piket Yanma dan melihat korban sudah tersungkur," terangnya.
Sementara itu, Brigadir Susanto terlihat masih berada di ruangan tersebut. Selanjutnya Brigadir Susanto langsung diamankan petugas piket Provost Iptu Amrizal.
"Korban langsung dibawa ke Dokkes Polda Metro Jaya, sedangkan Brigadir Susanto diamankan provost," pungkasnya.
Kepala Siaga Yanma Polda Metro Jaya Kompol Yani Suryani menerangkan, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Diduga korban, Kepala Pelayanan Masyarakat (Kayanmas) Polda Metro Jaya AKBP Pamuji, tewas ditembak oleh Brigadir Susanto.
"Ada saksi yang melihat keduanya terlibat cekcok mulut yang berujung penembakan," terangnya kepada wartawan, Selasa 18 Maret 2014.
Ia menjelaskan, sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, Aiptu Dede Suryani Komandan Regu 2 melihat korban dan pelaku terlibat pertengkaran mulut di kantor piket Yanma Polda Metro Jaya, sekira pukul 21.30 WIB, Selasa 18 Maret 2014.
Dede kemudian meninggalkan ruangan tersebut karena tidak mau terlibat dalam percekcokan itu. Namun tak berapa lama kemudian, Dede mendengar suara tembakan sebanyak dua kali.
"Dede langsung berlari kembali ke Piket Yanma dan melihat korban sudah tersungkur," terangnya.
Sementara itu, Brigadir Susanto terlihat masih berada di ruangan tersebut. Selanjutnya Brigadir Susanto langsung diamankan petugas piket Provost Iptu Amrizal.
"Korban langsung dibawa ke Dokkes Polda Metro Jaya, sedangkan Brigadir Susanto diamankan provost," pungkasnya.
(hyk)