Debu PT Bukit Asam dikeluhkan warga
Senin, 17 Maret 2014 - 00:06 WIB
Debu PT Bukit Asam dikeluhkan warga
A
A
A
Sindonews.com - Warga yang tinggal di kawasan Atas Dapur dan Karang Tinah, Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Sumsel mengeluhkan banyaknya debu yang timbul akibat aktivitas PT Bukit Asam yang dilakukan di kawasan tersebut.
Pengerjaan kawasan tersebut yaitu mendatarkan lokasi bekas kuburan atau pemakaman yang saat ini sudah direlokasi.
Hanya saja akibat dari aktiftas tersebut, menimbulkan debu yang beterbangan hingga ke pemukiman warga.
Ron (33) warga Atas Dapur mengatakan, warga sudah hampir seminggu belakangan ini mengeluhkan kondisi tersebut.
Pihaknya berharap, pihaknya yang mengerjakan lokasi tersebut bisa mencari solusi agar dapat mengurangi debu yang timbul akibat pengerjaan tersebut.
“Yang kasihan itu anak-anak dan terutama balita, kalau kita orang tua bisa saja menggunakan masker tapi kalau anak-anak mereka tidak mau,”ujarnya, Minggu (16/3/2014).
Dirinya dan warga lain khawatir akibat dari banyaknya debu yang terhisap akan berdampak kepada kesehatan.
Padahal menurutnya, warga yang tinggal di kawasan tersebut rencananya akan direlokasi oleh pihak PT BA. Namun hingga kini belum terlaksana.
Padahal menurutnya pemakaman sendiri sudah dipindahkan. Warga sendiri menurutnya sudah mau dan bersedia pindah dari kawasan tersebut.
Hanya saja hingga kini pihak PT BA belum juga mau merelokasikan warga sesuai dengan janji sebelumnya.
“Tentu saja lokasi pindah harus sesuai, termasuk fasilitas yang ada nantinya,”tukasnya.
Pengerjaan kawasan tersebut yaitu mendatarkan lokasi bekas kuburan atau pemakaman yang saat ini sudah direlokasi.
Hanya saja akibat dari aktiftas tersebut, menimbulkan debu yang beterbangan hingga ke pemukiman warga.
Ron (33) warga Atas Dapur mengatakan, warga sudah hampir seminggu belakangan ini mengeluhkan kondisi tersebut.
Pihaknya berharap, pihaknya yang mengerjakan lokasi tersebut bisa mencari solusi agar dapat mengurangi debu yang timbul akibat pengerjaan tersebut.
“Yang kasihan itu anak-anak dan terutama balita, kalau kita orang tua bisa saja menggunakan masker tapi kalau anak-anak mereka tidak mau,”ujarnya, Minggu (16/3/2014).
Dirinya dan warga lain khawatir akibat dari banyaknya debu yang terhisap akan berdampak kepada kesehatan.
Padahal menurutnya, warga yang tinggal di kawasan tersebut rencananya akan direlokasi oleh pihak PT BA. Namun hingga kini belum terlaksana.
Padahal menurutnya pemakaman sendiri sudah dipindahkan. Warga sendiri menurutnya sudah mau dan bersedia pindah dari kawasan tersebut.
Hanya saja hingga kini pihak PT BA belum juga mau merelokasikan warga sesuai dengan janji sebelumnya.
“Tentu saja lokasi pindah harus sesuai, termasuk fasilitas yang ada nantinya,”tukasnya.
(sms)