4 rumah rusak tersambar petir di Sukabumi
Minggu, 16 Maret 2014 - 20:07 WIB
4 rumah rusak tersambar petir di Sukabumi
A
A
A
Sindonews.com - Empat rumah warga di Kampung Jabon Manglid, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, rusak akibat tersambar petir.
Kejadian ini juga menyebabkan sepasang suami isteri mengalami luka-luka setelah terpental beberapa meter terkena kilatan cahaya petir, Sabtu, 15 Maret 2014.
Ke empat bangunan rumah nahas itu masing-masing milik Didin (45), Odah (35), Amid (43) dan Anen (43). Saat kejadian, ke empat kepala keluarga tersebut tengah berada di dalam rumah. Kilatan petir yang datang seiring dengan guyuran hujan deras itu pertamakali menyambar tempat kediaman Didin.
Jilatan cahaya berkekuatan tinggi tersebut mengenai bagian dinding rumah Didin hingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras. Selain menjebol dinding rumah dan merusak peralatan elektronik yang berada di dalam rumah.
Sambaran petir juga melukai Didin dan isterinya, Kokom. Tubuh pasangan suami isteri tersebut terpental beberapa meter setelah kilatan petir meledakan televisi yang tengah ditonton keduanya.
Seketika Didin dan isterinya tak sadarkan diri. Masing-masing korban mengalami luka pada bagian kepala, lengan dan pungung akibat terbentur dinding saat terpental terkena arus petir.
Hingga Minggu siang kedua korban masih tampak trauma, bahkan Kokom mengalami gangguan pendengaran.
“Mungkin karena jatuh pingsan sehingga kami berdua hanya bisa teringat adanya kilatan cahaya dan suara dentuman saja,” ujar Didin, Minggu (16/3/2014).
Peristiwa sambaran petir ini menyebabkan aliran listerik di Kampung Jabon Manglid dan sekitarnya mengalami pemadaman hingga beberapa waktu yang cukup lama.
Kondisi ini terjadi akibat bentangan kabel yang berasal dari benser listrik terbakar. Kendati tidak ada korban jiwa, namun musibah itu menimbulkan kerugian hingga diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Kejadian ini juga menyebabkan sepasang suami isteri mengalami luka-luka setelah terpental beberapa meter terkena kilatan cahaya petir, Sabtu, 15 Maret 2014.
Ke empat bangunan rumah nahas itu masing-masing milik Didin (45), Odah (35), Amid (43) dan Anen (43). Saat kejadian, ke empat kepala keluarga tersebut tengah berada di dalam rumah. Kilatan petir yang datang seiring dengan guyuran hujan deras itu pertamakali menyambar tempat kediaman Didin.
Jilatan cahaya berkekuatan tinggi tersebut mengenai bagian dinding rumah Didin hingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras. Selain menjebol dinding rumah dan merusak peralatan elektronik yang berada di dalam rumah.
Sambaran petir juga melukai Didin dan isterinya, Kokom. Tubuh pasangan suami isteri tersebut terpental beberapa meter setelah kilatan petir meledakan televisi yang tengah ditonton keduanya.
Seketika Didin dan isterinya tak sadarkan diri. Masing-masing korban mengalami luka pada bagian kepala, lengan dan pungung akibat terbentur dinding saat terpental terkena arus petir.
Hingga Minggu siang kedua korban masih tampak trauma, bahkan Kokom mengalami gangguan pendengaran.
“Mungkin karena jatuh pingsan sehingga kami berdua hanya bisa teringat adanya kilatan cahaya dan suara dentuman saja,” ujar Didin, Minggu (16/3/2014).
Peristiwa sambaran petir ini menyebabkan aliran listerik di Kampung Jabon Manglid dan sekitarnya mengalami pemadaman hingga beberapa waktu yang cukup lama.
Kondisi ini terjadi akibat bentangan kabel yang berasal dari benser listrik terbakar. Kendati tidak ada korban jiwa, namun musibah itu menimbulkan kerugian hingga diperkirakan mencapai Rp20 juta.
(sms)