Petisi kabut asap Riau dapat 4.241 dukungan

Minggu, 16 Maret 2014 - 06:00 WIB
Petisi kabut asap Riau...
Petisi kabut asap Riau dapat 4.241 dukungan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mendapat petisi kabut asap Riau dari gerakan Melawan Asap. Petisi dalam change.org ini telah berhasil mendapat 4.241 dukungan. Untuk mewujudkan petisi, hanya dibutuhkan 759 suara lagi.

"Mempetisi Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Riau," tulis petisi yang mengatasnamakan Melawan Asap, seperti dikutip change.org, Sabtu (15/3/2014).

Lebih lanjut, petisi itu menuntut Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Riau, agar bertanggungjawab atas asap dan menjamin tidak ada lagi asap dari pembakaran hutan, mulai hari ini, esok dan kapanpun.

"Persoalan asap di Riau sejak Tahun 1997, dan terus berulang hingga sekarang. Masyarakat Riau telah mengalami kerugian materil maupun moril, seperti penyakit ISPA, korban jiwa, kerugian ekonomi, pendidikan, dan sosial," terang petisi itu.

Lebih jauh, petisi itu menilai pemerintah tidak mampu mengatasi persoalan asap yang dibuat oleh manusia, dan bukan Tuhan. Karena itu, petisi mendesak kepada rakyat Riau untuk melawan kabut asap.

Salah seorang pengunjung petisi Syarif dari Pekanbaru menyatakan setuju dengan petisi itu. Menurutnya, keteledoran pemerintah sejak 1997 hingga kini mengenai kebakaran hutan dan lahan, menjadikan petisi ini sangat penting.

Namun dia melihat, permasalahan itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah tegas dalam mengatur dan menjalankan UU Lingkungan. Dia percaya, jika amanat UU dijalankan, maka hutan Indonesia akan lestari.

"Selain itu tata guna lahan harus benar-benar dirancang baik-baik, bukan dirancang berdasarkan citra satelit dan foto udara, karena kekayaan hayati di bawahnya tidak akan terlihat," tulisnya mengomentasi petisi.

Dia juga mendesak, pemerintah untuk hentikan eksploitasi hutan ke perkebunan sawit dan HTI, serta memberikan ganjaran setimpal bagi perusahaan yang lahannya terdapat titik api dan sita aset perusahaannya untuk negara.

Baca juga:
Asap Riau tak ditangani, warga bisa mati perlahan
(san)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
13 menit yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
2 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
2 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
3 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
6 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
15 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved