Ribuan warga ikut simulasi letusan Gunung Slamet
Jum'at, 14 Maret 2014 - 20:35 WIB
Ribuan warga ikut simulasi letusan Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan warga yang tinggal di sekitar Gunung Slamet hari ini melakukan simulasi evakuasi jika sewaktu-waktu gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa itu meletus.
Salah seorang warga Desa Kedawung Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Sarno (38), mengaku sudah bersiap-siap untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu bahaya mengintai. Desa Kedawung, tempat tinggalnya, hanya berjarak sekira tujuh kilometer dari puncak Gunung Slamet.
"Namanya manusia pasti khawatir. Jadi sudah siap-siap kalau kapan-kapan harus mengungsi," ujarnya kepada Sindonews.com, saat mengikuti simulasi penanganan bencana erupsi Gunung Slamet, Jumat (14/3/2014).
Menurut Sarno, setelah mengikuti simulasi dia bersama warga lainnya tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu Gunung Slamet terjadi aktivitas yang membahayakan. "Lebih tahu nanti harus bagaimana," tukasnya.
Sarno bersama ribuan warga yang tinggal di sekitar Gunung Slamet mengikuti simulasi di Lapangan Desa Suniarsih Kecamatan Bojong. Selain di lapangan Desa Suniarsih, simulasi juga digelar di lapangan Desa Tuwel, Desa Suniarsih Kecamatan Bojong, serta Desa Batumirah, Kecamatan Bumijaya.
Simulasi yang melibatkan anggota Komando Distrik Militer 0712/Tegal, Kepolisian Resor Tegal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tegal, Palang Merah Indonesia, SAR, Pramuka itu menitikberatkan pada kesiapan warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman jika terjadi erupsi Gunung Slamet.
Dari rumah mereka masing-masing, warga diangkut menggunakan mobil pikap milik warga dan truk milik tentara menuju tempat pengungsian. Turut diangkut juga barang-barang dan ternak milik warga. Sementara desa-desa yang ditinggalkan warga dijaga oleh anggota TNI dan Polri.
Selain kesiapan evakuasi, dalam kegiatan tersebut dilakukan juga simulasi penanganan medis korban yang terkena erupsi, serta penanganan aspek psikologis selama warga berada di posko pengungsian yang berupa tenda-tenda.
Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel (Inf) Edison yang memantau langsung jalannya simulasi mengatakan, tindakan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Slamet.
Diharapkan warga siap dievakuasi sewaktu-waktu sehingga tidak ada korban jiwa. "Kegiatan ini juga sekaligus untuk melatih kesigapan anggota dalam menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu," kata Edison.
Baca:
Dampak gunung Slamet, kandungan air Guci diteliti
Hari ini 171 kali gempa guncang Gunung Slamet
Salah seorang warga Desa Kedawung Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Sarno (38), mengaku sudah bersiap-siap untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu bahaya mengintai. Desa Kedawung, tempat tinggalnya, hanya berjarak sekira tujuh kilometer dari puncak Gunung Slamet.
"Namanya manusia pasti khawatir. Jadi sudah siap-siap kalau kapan-kapan harus mengungsi," ujarnya kepada Sindonews.com, saat mengikuti simulasi penanganan bencana erupsi Gunung Slamet, Jumat (14/3/2014).
Menurut Sarno, setelah mengikuti simulasi dia bersama warga lainnya tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu Gunung Slamet terjadi aktivitas yang membahayakan. "Lebih tahu nanti harus bagaimana," tukasnya.
Sarno bersama ribuan warga yang tinggal di sekitar Gunung Slamet mengikuti simulasi di Lapangan Desa Suniarsih Kecamatan Bojong. Selain di lapangan Desa Suniarsih, simulasi juga digelar di lapangan Desa Tuwel, Desa Suniarsih Kecamatan Bojong, serta Desa Batumirah, Kecamatan Bumijaya.
Simulasi yang melibatkan anggota Komando Distrik Militer 0712/Tegal, Kepolisian Resor Tegal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tegal, Palang Merah Indonesia, SAR, Pramuka itu menitikberatkan pada kesiapan warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman jika terjadi erupsi Gunung Slamet.
Dari rumah mereka masing-masing, warga diangkut menggunakan mobil pikap milik warga dan truk milik tentara menuju tempat pengungsian. Turut diangkut juga barang-barang dan ternak milik warga. Sementara desa-desa yang ditinggalkan warga dijaga oleh anggota TNI dan Polri.
Selain kesiapan evakuasi, dalam kegiatan tersebut dilakukan juga simulasi penanganan medis korban yang terkena erupsi, serta penanganan aspek psikologis selama warga berada di posko pengungsian yang berupa tenda-tenda.
Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel (Inf) Edison yang memantau langsung jalannya simulasi mengatakan, tindakan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Slamet.
Diharapkan warga siap dievakuasi sewaktu-waktu sehingga tidak ada korban jiwa. "Kegiatan ini juga sekaligus untuk melatih kesigapan anggota dalam menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu," kata Edison.
Baca:
Dampak gunung Slamet, kandungan air Guci diteliti
Hari ini 171 kali gempa guncang Gunung Slamet
(rsa)