Asap Riau tak ditangani, warga bisa mati perlahan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 11:30 WIB
Asap Riau tak ditangani, warga bisa mati perlahan
A
A
A
Sindonews.com - Tebalnya kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan terus dikeluhkan warga di Pekanbaru Riau. Mereka mendesak agar Pemprov Riau dan pemerintah pusat segera mengatasi persoalan tersebut karena menyangkut kesehatan masyarakat.
Fitria (26) Warga Jalan lintas Timur Ukui Desa Rawang Sari SP VB Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan Riau mengatakan kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi sudah mulai mengancam keselamatan.
"Yang betul-betul kami rasakan sekarang adalah gangguan pernafasan karena sesak banget loh, jangan seolah-olah kami dibiarkan mati perlahan-lahan," kata Fitria melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Jumat (14/3/2014).
Kabut itu kata Fitria semakin hari semakin tebal. Selain menggganggu pernafasan, juga menganggu jarak pandang.Menurut dia, kabut asap Riau sudah menjadi bencana nasional.
"Pernafasan mulai terganggu hebat, pagi, siang, malam sama aja bagi kami karena gelap seperti mendung, kalau kemarin masih mending, kita bersembunyi di rumah sekarang dalam rumah pun nafas sudah sesak buat bernafas," tegas Fitria.
Akibat kabut asap itu, aktivitas warga terganggu, Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II lumpuh, sekolah-sekolah diliburkan.
Fitria (26) Warga Jalan lintas Timur Ukui Desa Rawang Sari SP VB Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan Riau mengatakan kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi sudah mulai mengancam keselamatan.
"Yang betul-betul kami rasakan sekarang adalah gangguan pernafasan karena sesak banget loh, jangan seolah-olah kami dibiarkan mati perlahan-lahan," kata Fitria melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Jumat (14/3/2014).
Kabut itu kata Fitria semakin hari semakin tebal. Selain menggganggu pernafasan, juga menganggu jarak pandang.Menurut dia, kabut asap Riau sudah menjadi bencana nasional.
"Pernafasan mulai terganggu hebat, pagi, siang, malam sama aja bagi kami karena gelap seperti mendung, kalau kemarin masih mending, kita bersembunyi di rumah sekarang dalam rumah pun nafas sudah sesak buat bernafas," tegas Fitria.
Akibat kabut asap itu, aktivitas warga terganggu, Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II lumpuh, sekolah-sekolah diliburkan.
(lns)