Jokowi bantah utus Bimo ke China
Kamis, 13 Maret 2014 - 20:12 WIB
Jokowi bantah utus Bimo ke China
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membantah, jika dirinya mengutus Michael Bimo Putranto ke Guanngzhou, China, untuk menghadiri seminar tentang penerapan sistem Bus Rapid Trasnsit (BRT) pada 31 Oktober-3 November 2013 lalu.
Meski demikian, pria yang biasa disapa Jokowi ini tidak membantah kalau dirinya kenal dengan Bimo. Tetapi dia menegaskan, dirinya tidak pernah mengutus Bimo ke negeri bambu tersebut.
"Sudah saya sampaikan, bukan saya, enggak benar itu," tegasnya di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merasa kaget, dengan isu dirinya yang mengutus Bimo ke China ramai diperbincangkan. Menurut dia, siapapun bisa mengklaim mengenalnya serta diutus olehnya, padahal itu belum tentu benar adanya.
Sekadar diketahui, Bimo merupakan tim sukses (Timses) Jokowi saat pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu, bahkan tidak hanya itu Bimo juga kerap kali membantu mantan Wali Kota Solo itu dalam empat kali pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kini nama Bimo nyanter diperbincangkan, karena dia diduga terlibat dalam pengadaan bus Transjakarta berkarat yang dibeli dari China.
Baca:
Pengakuan Bimo soal tender bus Transjakarta
Meski demikian, pria yang biasa disapa Jokowi ini tidak membantah kalau dirinya kenal dengan Bimo. Tetapi dia menegaskan, dirinya tidak pernah mengutus Bimo ke negeri bambu tersebut.
"Sudah saya sampaikan, bukan saya, enggak benar itu," tegasnya di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merasa kaget, dengan isu dirinya yang mengutus Bimo ke China ramai diperbincangkan. Menurut dia, siapapun bisa mengklaim mengenalnya serta diutus olehnya, padahal itu belum tentu benar adanya.
Sekadar diketahui, Bimo merupakan tim sukses (Timses) Jokowi saat pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu, bahkan tidak hanya itu Bimo juga kerap kali membantu mantan Wali Kota Solo itu dalam empat kali pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kini nama Bimo nyanter diperbincangkan, karena dia diduga terlibat dalam pengadaan bus Transjakarta berkarat yang dibeli dari China.
Baca:
Pengakuan Bimo soal tender bus Transjakarta
(mhd)