9 kabupaten kota di Sumbar tanggap darurat asap
Rabu, 12 Maret 2014 - 16:54 WIB
9 kabupaten kota di Sumbar tanggap darurat asap
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat mengenai kabut asap yang melanda wilayah Sumbar, hal itu dikatakan Kepala BPBD Sumbar, Yazid Fadhli.
“Kami sudah menetapkan tanggap darurat itu sejak kemarin, dengan indikator, kualitas udara sudah melewati ambang batas dan asap sudah menganggu transportasi,” katanya, Rabu (12/3/2014)
Untuk sekolah, kebijakan meliburkan diberikan pada pemerintah daerah kabupaten dan kota masing-masing. “Pemerintah daerah juga diwajibkan melakukan tes rutin kondisi udara setiap hari,” ujarnya.
BPBD juga meminta kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, bagi masyarakat yang keluarkan di wajibkan menggunakan masker. “Kami juga mengimbau kepada BPBD Kabupaten dan Kota untuk membentuk posko serta menyiapkan stok masker, serta membagi-bagikan masker tersebut kepada masyarakat, terutama bagi warga yang rentan gangguan pernapasan,” katanya.
Yazid mengakui untuk stok masker di BPBD Sumbar sudah habis, setelah disalurkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Sinabung, Kelud dan Marapi. “Sementara pemasok masker di Sumbar juga stoknya mengalami kekurangan,” ujarnya.
Yazid juga meminta kepada instansi terkait khususnya BMKG memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai jarak pandang akibat asap ini. “Status ini akan ditarik setelah mendapat laporan kondisi udara sudah normal,” tutupnya.
“Kami sudah menetapkan tanggap darurat itu sejak kemarin, dengan indikator, kualitas udara sudah melewati ambang batas dan asap sudah menganggu transportasi,” katanya, Rabu (12/3/2014)
Untuk sekolah, kebijakan meliburkan diberikan pada pemerintah daerah kabupaten dan kota masing-masing. “Pemerintah daerah juga diwajibkan melakukan tes rutin kondisi udara setiap hari,” ujarnya.
BPBD juga meminta kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, bagi masyarakat yang keluarkan di wajibkan menggunakan masker. “Kami juga mengimbau kepada BPBD Kabupaten dan Kota untuk membentuk posko serta menyiapkan stok masker, serta membagi-bagikan masker tersebut kepada masyarakat, terutama bagi warga yang rentan gangguan pernapasan,” katanya.
Yazid mengakui untuk stok masker di BPBD Sumbar sudah habis, setelah disalurkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Sinabung, Kelud dan Marapi. “Sementara pemasok masker di Sumbar juga stoknya mengalami kekurangan,” ujarnya.
Yazid juga meminta kepada instansi terkait khususnya BMKG memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai jarak pandang akibat asap ini. “Status ini akan ditarik setelah mendapat laporan kondisi udara sudah normal,” tutupnya.
(lns)