Balita kaki busuk akhirnya dibawa ke RS
Rabu, 12 Maret 2014 - 14:04 WIB
Balita kaki busuk akhirnya dibawa ke RS
A
A
A
Sindonews.com - Rienelda Christiani Ningrum atau disapa Elda, balita dengan kaki membusuk dievakuasi ke RSU Dokter Soetomo untuk menjalani pengobatan. Kondisi balita berusia empat tahun ini kian hari semakin memburuk.
Proses evakuasi balita yang tinggal di Jalan Gresik PPI Gang 1 Nomer 5, Krembangan, Surabaya, ini sempat berjalan alot. Pasalnya, pihak keluarga menolak putri keduanya itu dibawa ke rumah sakit, lantaran tidak ada biaya.
"Sebelumnya, orang tua Elda ini menolak jika putrinya dibawa ke rumah sakit, karena tidak ada biaya. Akhirnya kami beri masukkan, untuk sementara fokus pada kesembuhan Elda. Untuk biaya, kami akan berusaha sekuat mungkin mencarikan donatur," kata Daniel Lukas Rongrong, Ketua Komunitas Tolong Menolong, Surabaya, kepada wartawan, Rabu (12/3/2014).
Bahkan, dia meminta kepada keluarga Elda untuk tidak memikirkan soal biaya. Rupanya, sejak ramai disejumlah media, ada beberapa dermawan yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan.
"Setidaknya ketika berangkat ke rumah sakit, orangtuanya sudah memegang uang sebesar Rp6 juta," kata Daniel.
Di RSU Dokter Soetomo, nantinya akan menggunakan fasilitas SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Karena SKTM itu masih berlaku hingga bulan April 2014 mendatang. Dia menyarankan agar orang tua Elda segera mengurus kartu BPJS sebagai kelengkapan di rumah sakit.
Kata Danile, kekhawatiran terkait biaya itu adalah ketika ada beberapa obat untuk Elda yang tidak tercover di BPJS. Sehingga, harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mendapatkan obat tersebut. Sama seperti pengalaman sebelumnya ketika Elda masih dirawat di RSU.
"Yang penting pengobatannya dulu. Urusan biaya dan lain-lain akan kami carikan donatur," tukasnya.
Baca juga:
Kaki terus membusuk, balita ini butuh bantuan
Proses evakuasi balita yang tinggal di Jalan Gresik PPI Gang 1 Nomer 5, Krembangan, Surabaya, ini sempat berjalan alot. Pasalnya, pihak keluarga menolak putri keduanya itu dibawa ke rumah sakit, lantaran tidak ada biaya.
"Sebelumnya, orang tua Elda ini menolak jika putrinya dibawa ke rumah sakit, karena tidak ada biaya. Akhirnya kami beri masukkan, untuk sementara fokus pada kesembuhan Elda. Untuk biaya, kami akan berusaha sekuat mungkin mencarikan donatur," kata Daniel Lukas Rongrong, Ketua Komunitas Tolong Menolong, Surabaya, kepada wartawan, Rabu (12/3/2014).
Bahkan, dia meminta kepada keluarga Elda untuk tidak memikirkan soal biaya. Rupanya, sejak ramai disejumlah media, ada beberapa dermawan yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan.
"Setidaknya ketika berangkat ke rumah sakit, orangtuanya sudah memegang uang sebesar Rp6 juta," kata Daniel.
Di RSU Dokter Soetomo, nantinya akan menggunakan fasilitas SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Karena SKTM itu masih berlaku hingga bulan April 2014 mendatang. Dia menyarankan agar orang tua Elda segera mengurus kartu BPJS sebagai kelengkapan di rumah sakit.
Kata Danile, kekhawatiran terkait biaya itu adalah ketika ada beberapa obat untuk Elda yang tidak tercover di BPJS. Sehingga, harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mendapatkan obat tersebut. Sama seperti pengalaman sebelumnya ketika Elda masih dirawat di RSU.
"Yang penting pengobatannya dulu. Urusan biaya dan lain-lain akan kami carikan donatur," tukasnya.
Baca juga:
Kaki terus membusuk, balita ini butuh bantuan
(san)