Pemkot Bandung pindah ke Gedebage, RK: Agar efisien
Sabtu, 08 Maret 2014 - 18:21 WIB
Pemkot Bandung pindah ke Gedebage, RK: Agar efisien
A
A
A
Sindonews.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK), kini tengah mempertimbangkan untuk memindahkan pusat Pemerintahan Kota Bandung ke kawasan Gedebage. Nantinya semua dinas akan berada pada satu wilayah dan tidak lagi terpencar.
"Ini ada kebutuhan dari Pemerintah Kota Bandung untuk membuat layanan kepada masyarakat lebih efisien dengan waktu lebih cepat," kata RK, di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2014).
Selama ini, sejumlah kantor dinas yang ada tersebar di sejumlah lokasi. Dinas Perhubungan misalnya ada di Leuwipanjang dan Dinas Sosial di kawasan Cipedes. Sedangkan pusat pemerintahan berada di kawasan Wastukanana.
"Itu kalau mengkoordinasikan (berbagai dinas) itu susah," ungkapnya.
Apalagi, sejumlah kantor dinas dan pusat pemerintahan (Balai Kota Bandung) berada di pusat kota yang tergolong daerah macet. Itu makin menyulitkan koordinasi.
"Ini mah ilmiah, bukan politik, bahwa dibutuhkan sebuah pusat pemerintahan yang terpadu. Nah kita lagi menimbang di mana lokasinya," ucap RK.
Menurutnya, pindahnya pusat pemerintahan ini harus memiliki dampak positif. "Justru kalau kita pindah, kita harus jadi generator pertumbuhan ekonomi juga (untuk daerah sekitar)," jelasnya.
Sementara berdasarkan rencana, pengembangan kawasan Bandung Timur akan dimulai pada 2015. Selain pusat pemerintahan, pusat kota baru juga rencananya akan dibangun di sana.
Baca:
Pusat Kota Bandung bakal pindah ke Gedebage
"Ini ada kebutuhan dari Pemerintah Kota Bandung untuk membuat layanan kepada masyarakat lebih efisien dengan waktu lebih cepat," kata RK, di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2014).
Selama ini, sejumlah kantor dinas yang ada tersebar di sejumlah lokasi. Dinas Perhubungan misalnya ada di Leuwipanjang dan Dinas Sosial di kawasan Cipedes. Sedangkan pusat pemerintahan berada di kawasan Wastukanana.
"Itu kalau mengkoordinasikan (berbagai dinas) itu susah," ungkapnya.
Apalagi, sejumlah kantor dinas dan pusat pemerintahan (Balai Kota Bandung) berada di pusat kota yang tergolong daerah macet. Itu makin menyulitkan koordinasi.
"Ini mah ilmiah, bukan politik, bahwa dibutuhkan sebuah pusat pemerintahan yang terpadu. Nah kita lagi menimbang di mana lokasinya," ucap RK.
Menurutnya, pindahnya pusat pemerintahan ini harus memiliki dampak positif. "Justru kalau kita pindah, kita harus jadi generator pertumbuhan ekonomi juga (untuk daerah sekitar)," jelasnya.
Sementara berdasarkan rencana, pengembangan kawasan Bandung Timur akan dimulai pada 2015. Selain pusat pemerintahan, pusat kota baru juga rencananya akan dibangun di sana.
Baca:
Pusat Kota Bandung bakal pindah ke Gedebage
(rsa)