Kader PKS di Sleman pukuli kader PPP
Jum'at, 07 Maret 2014 - 20:23 WIB
Kader PKS di Sleman pukuli kader PPP
A
A
A
Sindonews.com - Seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial Hud (30) warga Rewulu Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman diduga memukuli kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Walimin (25) yang juga tetangganya. Korban dipukul dengan kursi besi di bagian kepala.
Ketua Bidang Hukum dan Pengamanan DPW PPP DIY M Yazid mengatakan, aksi kekerasan yang dialami kader PPP murni perbuatan pidana.
"Kasus ini sudah kami serahkan ke Polres Sleman. Kami meminta agar segera diproses agar tercipta suasana kondusif menjelang Pemilu," katanya di Kantor DPW PPP DIY, Jumat (7/3/2014).
Anggota DPRD DIY ini menjelaskan, kronologi kejadian terjadi pada Sabtu sore, 1 Maret 2014, Walimin memasang bendera PPP di atas pohon jati di pekarangan saudaranya. Sehari berselang, Hud juga memasang bendara PKS di pohon yang sama.
Minggu malam 2 Maret 2014, Walimin didatangi Hud bersama temannya. Mereka meminta Walimin menurunkan bendera PPP karena dianggap menghalangi bendera PKS.
Walimin mengalah, namun tidak menurunkan bendera PPP malam itu karena sedang hujan. Walimin bersedia menurunkan keesokan harinya.
Tiba-tiba, Hud memukul Walimin dengan kursi besi di rumahnya. Padahal saat itu, di ruang tersebut sedang ada bayi yang belum genap berusia setahun.
"Walimin dipukul pakai kursi besi di bagian kepala bagian belakang. Kursi besi itu sampai bengkok saking kerasnya," kata Yazid.
Ketua DPW PPP DIY Syukri Fadholi berharap seluruh kader PPP untuk menahan diri. Namun, polisi juga harus bertindak cepat menangkap pelaku.
Di bagian lain, Ketua DPD PKS Kabupaten Sleman Syafriel Haeba membantah pelaku pemukulan terhadap Walimin merupakan kader PKS. "Itu bukan kader (PKS), tetapi relawan salah satu caleg (PKS)," katanya.
Syafiel juga sepakat kasus tersebut diserahkan ke ranah hukum. Apalagi, pemukulan tersebut merupakan tindakan pidana murni.
Ketua Bidang Hukum dan Pengamanan DPW PPP DIY M Yazid mengatakan, aksi kekerasan yang dialami kader PPP murni perbuatan pidana.
"Kasus ini sudah kami serahkan ke Polres Sleman. Kami meminta agar segera diproses agar tercipta suasana kondusif menjelang Pemilu," katanya di Kantor DPW PPP DIY, Jumat (7/3/2014).
Anggota DPRD DIY ini menjelaskan, kronologi kejadian terjadi pada Sabtu sore, 1 Maret 2014, Walimin memasang bendera PPP di atas pohon jati di pekarangan saudaranya. Sehari berselang, Hud juga memasang bendara PKS di pohon yang sama.
Minggu malam 2 Maret 2014, Walimin didatangi Hud bersama temannya. Mereka meminta Walimin menurunkan bendera PPP karena dianggap menghalangi bendera PKS.
Walimin mengalah, namun tidak menurunkan bendera PPP malam itu karena sedang hujan. Walimin bersedia menurunkan keesokan harinya.
Tiba-tiba, Hud memukul Walimin dengan kursi besi di rumahnya. Padahal saat itu, di ruang tersebut sedang ada bayi yang belum genap berusia setahun.
"Walimin dipukul pakai kursi besi di bagian kepala bagian belakang. Kursi besi itu sampai bengkok saking kerasnya," kata Yazid.
Ketua DPW PPP DIY Syukri Fadholi berharap seluruh kader PPP untuk menahan diri. Namun, polisi juga harus bertindak cepat menangkap pelaku.
Di bagian lain, Ketua DPD PKS Kabupaten Sleman Syafriel Haeba membantah pelaku pemukulan terhadap Walimin merupakan kader PKS. "Itu bukan kader (PKS), tetapi relawan salah satu caleg (PKS)," katanya.
Syafiel juga sepakat kasus tersebut diserahkan ke ranah hukum. Apalagi, pemukulan tersebut merupakan tindakan pidana murni.
(sms)