Santriwati hamil, pesantren diamuk massa

Jum'at, 07 Maret 2014 - 19:45 WIB
Santriwati hamil, pesantren...
Santriwati hamil, pesantren diamuk massa
A A A
Sindonews.com - Ratusan warga Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung ramai-ramai mendatangi sebuah pondok pesantren desa setempat.

Massa menuntut pihak pesantren menjelaskan dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah seorang santriwati.

Sebab akibat perbuatan tidak senonoh itu, santri bersangkutan kini telah berbadan dua (hamil). "Kami menuntut tanjung jawab pesantren, "ujar Imron selaku juru bicara warga kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, santriwati yang berbadan dua itu masih berusia 16 tahun. Selain menimba ilmu di pesantren ia juga berstatus sebagai pelajar sekolah menengah pertama (SMP).

Dari kalimat dilontarkan warga, kehamilannya yang kini telah menginjak usia 6 bulan diduga berasal dari benih pengasuh pesantren.

Tidak hanya datang beramai-ramai, sejumlah warga yang murka menuntut pesantren untuk dibubarkan.

Bahkan beberapa di antaranya mengancam akan membakar lembaga pendidikan agama tersebut.

"Saya minta pondok (pesantren) ini dibubarkan, karena didalamnya menjadi ajang pelecehan seksual,"tegas Imron.

Selain berusaha menumpahkan kemarahan pada pihak pesantren, massa juga meminta aparat hukum untuk menjatuhkan hukuman seadil-adilnya.

Sejumlah aparat kepolisian Resor Tulungagung langsung diterjunkan ke lokasi.

Selain berupaya meredam gejolak massa, polisi juga berusaha menyelamatkan pengasuh pesantren dengan cara membawanya pergi dari lokasi.

Kepala Desa Sidem Muri mengaku belum tahu pasti siapa yang telah menghamili warganya. Menurutnya, semua masih dalam ranah dugaan."Kita belum tahu pasti, "ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tulungagung AKBP Wisnu Hermawan Februanto membenarkan pihaknya telah mengamankan pasangan suami istri pengasuh pondok pesantren. Polisi juga memasang police line di lokasi.

"Termasuk juga seluruh penghuni rumah juga kita amankan. Sebab kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, "ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kata Wisnu pihaknya akan memeriksa yang bersangkutan terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa santriwati.

"Saat ini kita tengah meminta keterangan saksi saksi. Kita berharap masyarakat untuk tenang dan memberikan kesempatan aparat bekerja, "ujarnya.

Seperti diketahui, karena merasa belum puas, sejumlah warga juga mendatangi Mapolres Tulungagung.
(ilo)
Berita Terkait
Gajah Sumatera Mengamuk,...
Gajah Sumatera Mengamuk, Rusak 25 Rumah dan Kebun Warga
Lumpuhkan Pria Bersenjata...
Lumpuhkan Pria Bersenjata Parang, Polisi Tembak Gas Air Mata hingga Peluru Karet
Ogah Terjebak Macet,...
Ogah Terjebak Macet, Pemotor Ngamuk Rusak Mobil Pengemudi Perempuan
Ketahuan Pemilik Rumah,...
Ketahuan Pemilik Rumah, Maling Ngamuk Lempar Bata dan Parang
Tak Diberi Uang untuk...
Tak Diberi Uang untuk Beli Sabu, Pria Ini Ngamuk dan Merusak Rumah Mantan Mertua
Gempar, Atlet MMA Asal...
Gempar, Atlet MMA Asal Australia Mengamuk di Jalanan Kuta Bali
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
4 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
5 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
9 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Kecelakaan Maut...
Saat Kecelakaan Maut di Paris, Putri Diana Hamil 10 Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved