Ambisi Ahok jadi gubernur Jakarta
Rabu, 05 Maret 2014 - 21:21 WIB
Ambisi Ahok jadi gubernur Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai bawahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama ikut aturan main atasannya soal menurunkan jaminan proyek Monorel dari lima persen menjadi 1,5 persen biaya pembangunan USD1,5 triliun.
Tetapi, Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, hal tersebut akan berbeda jika dirinya menduduki kursi DKI I menggantikan Jokowi. Dirinya, tidak akan mau mengikuti rekomendasi penghitungan Deputi Industri, Perdagangan dan Transportasi untuk menurunkan jaminan proyek tersebut.
"Kalau Pak Jokowi bilang 1,5 persen, iya sudah. Kan awak (saya) sipil (PNS). Kan Pak Gubernur (Jokowi yang memutuskan). Tapi kita lihat saja. Tunggu gua jadi gubernur," katanya sambil terkekeh di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakrta Pusat, Rabu (5/3/2014).
Dia menuturkan, nilai 1,5 persen itu ditentukan melalui penghitungan Deputi Gubernur bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sutanto Suhodo. Pasalnya, PT Jakarta Monorail mengajukan jaminan hanya sebesar 0,5 persen. Karena keberatan, Sutanto mengatakan, kemungkinan hanya bisa menggunakan jaminan sebesar 1,5 persen.
Sementara itu, Badan Perancanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberi rekomendasi besaran jaminan proyek di Indonesia hanya satu persen hingga lima persen. Jika PT Jakarta Monorail dianggap berkualitas, Pemprov DKI Jakarta hanya dapat mengusulkan satu persen.
Tetapi, jika perusahaan tersebut diragukan, DKI bisa langsung mengambil nilai tertinggi yaitu lima persen. Terkait hal itu, Ahok meminta, agar Bappenas mengirimkan surat rekomendasi resmi kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Tulis surat dong Bappenas. Mau satu persen apa lima persen? Kalau terserah saya, saya maunya lima persen," pungkasnya.
Tetapi, Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, hal tersebut akan berbeda jika dirinya menduduki kursi DKI I menggantikan Jokowi. Dirinya, tidak akan mau mengikuti rekomendasi penghitungan Deputi Industri, Perdagangan dan Transportasi untuk menurunkan jaminan proyek tersebut.
"Kalau Pak Jokowi bilang 1,5 persen, iya sudah. Kan awak (saya) sipil (PNS). Kan Pak Gubernur (Jokowi yang memutuskan). Tapi kita lihat saja. Tunggu gua jadi gubernur," katanya sambil terkekeh di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakrta Pusat, Rabu (5/3/2014).
Dia menuturkan, nilai 1,5 persen itu ditentukan melalui penghitungan Deputi Gubernur bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sutanto Suhodo. Pasalnya, PT Jakarta Monorail mengajukan jaminan hanya sebesar 0,5 persen. Karena keberatan, Sutanto mengatakan, kemungkinan hanya bisa menggunakan jaminan sebesar 1,5 persen.
Sementara itu, Badan Perancanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberi rekomendasi besaran jaminan proyek di Indonesia hanya satu persen hingga lima persen. Jika PT Jakarta Monorail dianggap berkualitas, Pemprov DKI Jakarta hanya dapat mengusulkan satu persen.
Tetapi, jika perusahaan tersebut diragukan, DKI bisa langsung mengambil nilai tertinggi yaitu lima persen. Terkait hal itu, Ahok meminta, agar Bappenas mengirimkan surat rekomendasi resmi kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Tulis surat dong Bappenas. Mau satu persen apa lima persen? Kalau terserah saya, saya maunya lima persen," pungkasnya.
(mhd)