DKI kapok beli bus asal China
Rabu, 05 Maret 2014 - 15:15 WIB
DKI kapok beli bus asal China
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana tidak akan lagi membeli bus dari China. Kedepan, Pemprov DKI akan membeli bus asal Eropa, sedangkan karoserinya merakit di dalam negeri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kedepannya, Pemprov DKI Jakarta akan membeli bus Transjakarta dengan mesin Scania. Namun proses perakitannya dilakukan oleh perusahaan dalam negeri.
"Kedepan kita akan rakit di dalam negeri, di Astra. Kami mau menggunakan merek Scania atau Mercedes yang bahannya aluminium, jadi bisa dipakai 10-20 tahun dan jatuhnya lebih murah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga memperkirakan, harga bus buatan Swedia itu berkisar antara Rp4,7 miliar-Rp 4,8 miliar per unit untuk jenis bus gandeng.
Harga tersebut, memiliki selisih harga lebih mahal, sekitar Rp1 miliar dari bus buatan China.
"Daripada kita beli yang China 3,4 sampai 3,7 miliar per unit, mending beli Scania 4,7 sampai 4,8 Miliar tapi bisa dipakai 20 tahun." ujarnya.
Namun Ahok sapaan akrab Basuki, tetap mengkhawatirkan adanya oknum-oknum yang nantinya akan berbuat penyelewengan dengan memanfaatkan celah yang ada.
Jika sampai hal tersebut terjadi lagi, Ahok menilai lebih baik Pemprov DKI tidak akan melakukan lagi proyek pengadaan bus.
Baca juga:
Ahok senewen bus Transjakarta pakai mesin ding dong
Ahok kecewa bus baru Transjakarta bobrok
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kedepannya, Pemprov DKI Jakarta akan membeli bus Transjakarta dengan mesin Scania. Namun proses perakitannya dilakukan oleh perusahaan dalam negeri.
"Kedepan kita akan rakit di dalam negeri, di Astra. Kami mau menggunakan merek Scania atau Mercedes yang bahannya aluminium, jadi bisa dipakai 10-20 tahun dan jatuhnya lebih murah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga memperkirakan, harga bus buatan Swedia itu berkisar antara Rp4,7 miliar-Rp 4,8 miliar per unit untuk jenis bus gandeng.
Harga tersebut, memiliki selisih harga lebih mahal, sekitar Rp1 miliar dari bus buatan China.
"Daripada kita beli yang China 3,4 sampai 3,7 miliar per unit, mending beli Scania 4,7 sampai 4,8 Miliar tapi bisa dipakai 20 tahun." ujarnya.
Namun Ahok sapaan akrab Basuki, tetap mengkhawatirkan adanya oknum-oknum yang nantinya akan berbuat penyelewengan dengan memanfaatkan celah yang ada.
Jika sampai hal tersebut terjadi lagi, Ahok menilai lebih baik Pemprov DKI tidak akan melakukan lagi proyek pengadaan bus.
Baca juga:
Ahok senewen bus Transjakarta pakai mesin ding dong
Ahok kecewa bus baru Transjakarta bobrok
(ysw)