AJI Denpasar kecam kekerasaan wartawan
Selasa, 04 Maret 2014 - 10:49 WIB
AJI Denpasar kecam kekerasaan wartawan
A
A
A
Sindonews.com - Aliansi Jurnalis Independen AJI Denpasar mengecam aksi kekerasan yang menimpa wartawan Radar Bali Yoyo Raharyo saat mewancarai Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Peristiwanya sendiri terjadi pada Minggu 2 Maret 2014 saat Yoyo hendak mewancarai Pastika seputar kasus pemasangan spanduk cap jempol darah yang di dalamnya ada ancaman tulisan "Penggal Kepala Mangku P".
Saat wawncara setelah acara Dialog Gubernur Bali dengan komponen masyarakat Bali tiba-tiba ada orang Tak dikenal berpakaian batik berusaha memukul Yoyo dari arah belakang.
Beruntung Yoyo cepat menghindar sehingga tidak sampai terluka dan akhirnya keributan bisa dicegah.
Yoyo merasa terintimidasi apalagi dia juga sempat ditelepon orang tak dikenal berusaha melakukan teror kepadanya.
"AJI menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut karena merupakan ancaman terhadap kebebasan pers dalam mencari informasi," tegas Ketua AJI Denpasar Rofiqi Hasan dalam keterangan resminya Rabu (4/3/2014).
Untuk itu, AJI Denpasar mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga keamanan Bali. Apabila tidak puas dengan pemberitaan media dapat menempuh prosedur yang ditentukan dalam UU Pers.
Pihaknya juga meminta kalangan jurnalis dan media, hendaknya peristiwa ini menjadi pengingat untuk kembali menegakkan kode etik jurnalistik dengan menulis secara independen, akurat dan berimbang.
AJI Denpasar juga mengimbau jurnalis dan media untuk menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme damai yang menjembatani dialog antara kelompok masyarakat. "Media diharapkan menghadirkan solusi di antara kelompok yang berkonflik," imbuhnya.
Peristiwanya sendiri terjadi pada Minggu 2 Maret 2014 saat Yoyo hendak mewancarai Pastika seputar kasus pemasangan spanduk cap jempol darah yang di dalamnya ada ancaman tulisan "Penggal Kepala Mangku P".
Saat wawncara setelah acara Dialog Gubernur Bali dengan komponen masyarakat Bali tiba-tiba ada orang Tak dikenal berpakaian batik berusaha memukul Yoyo dari arah belakang.
Beruntung Yoyo cepat menghindar sehingga tidak sampai terluka dan akhirnya keributan bisa dicegah.
Yoyo merasa terintimidasi apalagi dia juga sempat ditelepon orang tak dikenal berusaha melakukan teror kepadanya.
"AJI menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut karena merupakan ancaman terhadap kebebasan pers dalam mencari informasi," tegas Ketua AJI Denpasar Rofiqi Hasan dalam keterangan resminya Rabu (4/3/2014).
Untuk itu, AJI Denpasar mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga keamanan Bali. Apabila tidak puas dengan pemberitaan media dapat menempuh prosedur yang ditentukan dalam UU Pers.
Pihaknya juga meminta kalangan jurnalis dan media, hendaknya peristiwa ini menjadi pengingat untuk kembali menegakkan kode etik jurnalistik dengan menulis secara independen, akurat dan berimbang.
AJI Denpasar juga mengimbau jurnalis dan media untuk menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme damai yang menjembatani dialog antara kelompok masyarakat. "Media diharapkan menghadirkan solusi di antara kelompok yang berkonflik," imbuhnya.
(lns)