Kabur, jejak Napi Rutan Boyolali terendus
Senin, 03 Maret 2014 - 16:30 WIB
Kabur, jejak Napi Rutan Boyolali terendus
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Resort (Polres) Boyolali terus memburu seorang penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Boyolali, Mardiyanto, yang kabur sejak Minggu 3 Maret 2014 malam.
Kapolres Boyolali Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Haryanto menyebutkan, pengejaran terhadap tahanan itu sudah dilakukan oleh pihak kepolisian sejak Minggu malam.
Penyisiran sudah dilakukan di beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian narapidana kasus pencurian itu, termasuk di rumahnya, di Wilayah Cepogo.
Kendati belum membuahkan hasil, pengejaran dan penyisiran terus dilakukan. Bahkan, petugas sudah mengetahui informasi kaburnya narapidana ke luar wilayah Boyolali.
“Napi kabur itu bagaikan ayam yang lepas dari kandangnya, kemanapun tujuannya yang penting aman dari petugas polisi,” ujar Budi, kepada wartawan, Senin (3/3/2014).
Dalam waktu dekat, pihaknya berjanji akan menangkap kembali napi tersebut. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak rutan untuk mencari keberadaan Mardiyanto. “Kita terus berkoordinasi untuk segera mendapatkan napi itu,” tegasnya.
Sementara itu, Karutan Kelas II Boyolali Satriyo Waluyo menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Mardiyanto. Sebab pihak rutan tidak pernah menyangka napi tersebut bakal kabur.
Pasalnya, selama menjadi warga binaan, napi itu dikenal sebagai orang yang taat dan penurut. Bahkan, napi itu juga dijadikan sebagai tahanan pendamping yang diberi kelonggaran pengawasan dibandingkan dengan napi lainnya.
Napi itu juga sering diminta petugas rutan membantu bersih-bersih dan pekerjaan lain. “Ya tidak menyangka napi yang kami kira jujur itu malah kabur, padahal dia sudah melakoni delapan bulan masa hukumannya dari total 15 bulan,” tegasnya.
Seperti diberitrakan sebelumnya, Mardiyanto kabur setelah meminta izin untuk menghidupkan lampu di lantai dua rutan. Disaat izin menghidupkan lampu itu, dia merusak pagar kawat duri dan keluar dari lapas tanpa diketahui keberadaanya.
Kapolres Boyolali Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Haryanto menyebutkan, pengejaran terhadap tahanan itu sudah dilakukan oleh pihak kepolisian sejak Minggu malam.
Penyisiran sudah dilakukan di beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian narapidana kasus pencurian itu, termasuk di rumahnya, di Wilayah Cepogo.
Kendati belum membuahkan hasil, pengejaran dan penyisiran terus dilakukan. Bahkan, petugas sudah mengetahui informasi kaburnya narapidana ke luar wilayah Boyolali.
“Napi kabur itu bagaikan ayam yang lepas dari kandangnya, kemanapun tujuannya yang penting aman dari petugas polisi,” ujar Budi, kepada wartawan, Senin (3/3/2014).
Dalam waktu dekat, pihaknya berjanji akan menangkap kembali napi tersebut. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak rutan untuk mencari keberadaan Mardiyanto. “Kita terus berkoordinasi untuk segera mendapatkan napi itu,” tegasnya.
Sementara itu, Karutan Kelas II Boyolali Satriyo Waluyo menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Mardiyanto. Sebab pihak rutan tidak pernah menyangka napi tersebut bakal kabur.
Pasalnya, selama menjadi warga binaan, napi itu dikenal sebagai orang yang taat dan penurut. Bahkan, napi itu juga dijadikan sebagai tahanan pendamping yang diberi kelonggaran pengawasan dibandingkan dengan napi lainnya.
Napi itu juga sering diminta petugas rutan membantu bersih-bersih dan pekerjaan lain. “Ya tidak menyangka napi yang kami kira jujur itu malah kabur, padahal dia sudah melakoni delapan bulan masa hukumannya dari total 15 bulan,” tegasnya.
Seperti diberitrakan sebelumnya, Mardiyanto kabur setelah meminta izin untuk menghidupkan lampu di lantai dua rutan. Disaat izin menghidupkan lampu itu, dia merusak pagar kawat duri dan keluar dari lapas tanpa diketahui keberadaanya.
(san)