Sesajen arwah korban tewas di Pelabuhan Potere
Sabtu, 01 Maret 2014 - 21:35 WIB
Sesajen arwah korban tewas di Pelabuhan Potere
A
A
A
Sindonews.com - Kepercayaan terhadap mistisme masyarakat sekitar Pelabuhan Potere masih sangat tinggi. Setiap ada warga yang tenggelam di sekitar pelabuhan itu, keluarga korban selalu memberikan sesajen. Tidak jelas untuk apa sajen itu diberikan.
"Di sini memang angker. Tiap tahun pasti ada orang tenggelam, Kalau tidak seperti ini (diberikan sesajen) mayatnya pasti sulit ditemukan, " ujar Jumriah, pedagang di pelabuhan Potere, kepada wartawan, Sabtu (1/3/2014).
Kepercayaan terhadap mistisme itu, dipandang Jumriah dan masyarakat sekitar, sebagai bentuk ketakutan terhadap alam sekitar yang kerap menimbulkan korban jiwa setiap tahunnya.
"Pelabuhan Potere kerap merenggut korban. Jika ada yang tenggelam, maka keluarga korban selalu memberikan sesajian agar mayatnya ditemukan cepat dalam pencarian," terangnya.
Lebih jauh, dia merujuk pada nelayan asal Pulau Podang-podang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Zainuddin (35) yang ditemukan tewas tenggelam oleh Tim SAR, di Pelabuhan Potere, Kecamatan Ujung Tanah.
"Saat korban jatuh tenggelam, tidak ada saksi. Namun diperkirakan jatuh dari perahunya dini hari. Apalagi, salah satu dari tiga temannya sempat mendengar ada benda jatuh dari kapal," ungkapnya.
Korban yang menghilang dari perahu, sempat dikira keluar jalan-jalan. Namun hingga pukul 09.00 WITA, korban belum ditemukan kembali. Akhirnya, salah satu temannya korban curiga korban tenggelam. Sebab, sandal korban masih ada di atas perahu.
"Kami terima laporan, dan saat itu juga saya perintahkan anggota ke lokasi pencarian. Kebetulan saya di Mamuju juga ada korban tenggelam," sambung Kepala Seksi Operasional Kantor SAR Makassar Deden Ridwansyah.
Baca juga:
Nelayan tewas tenggelam di Pelabuhan Potere
"Di sini memang angker. Tiap tahun pasti ada orang tenggelam, Kalau tidak seperti ini (diberikan sesajen) mayatnya pasti sulit ditemukan, " ujar Jumriah, pedagang di pelabuhan Potere, kepada wartawan, Sabtu (1/3/2014).
Kepercayaan terhadap mistisme itu, dipandang Jumriah dan masyarakat sekitar, sebagai bentuk ketakutan terhadap alam sekitar yang kerap menimbulkan korban jiwa setiap tahunnya.
"Pelabuhan Potere kerap merenggut korban. Jika ada yang tenggelam, maka keluarga korban selalu memberikan sesajian agar mayatnya ditemukan cepat dalam pencarian," terangnya.
Lebih jauh, dia merujuk pada nelayan asal Pulau Podang-podang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Zainuddin (35) yang ditemukan tewas tenggelam oleh Tim SAR, di Pelabuhan Potere, Kecamatan Ujung Tanah.
"Saat korban jatuh tenggelam, tidak ada saksi. Namun diperkirakan jatuh dari perahunya dini hari. Apalagi, salah satu dari tiga temannya sempat mendengar ada benda jatuh dari kapal," ungkapnya.
Korban yang menghilang dari perahu, sempat dikira keluar jalan-jalan. Namun hingga pukul 09.00 WITA, korban belum ditemukan kembali. Akhirnya, salah satu temannya korban curiga korban tenggelam. Sebab, sandal korban masih ada di atas perahu.
"Kami terima laporan, dan saat itu juga saya perintahkan anggota ke lokasi pencarian. Kebetulan saya di Mamuju juga ada korban tenggelam," sambung Kepala Seksi Operasional Kantor SAR Makassar Deden Ridwansyah.
Baca juga:
Nelayan tewas tenggelam di Pelabuhan Potere
(san)