Pembakaran lahan, pemerintah akui penindakan hukum lemah

Jum'at, 28 Februari 2014 - 08:28 WIB
Pembakaran lahan, pemerintah...
Pembakaran lahan, pemerintah akui penindakan hukum lemah
A A A
Sindonews.com - Kebakaran lahan di beberapa daerah seperti Provinsi Riau kebanyakan disebabkan oleh kesengajaan tangan manusia bukan karena gejala alam. Kasus itu berulang-ulang terjadi, karena lemahnya penindakan hukum.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengakui upaya penanggulangan kebakaran hutan di Indonesia belum maksimal, sehingga kebakaran masih terus terjadi.

Menurut dia, 95 persen kebakaran hutan disebabkan oleh tangan manusia, untuk itu penegakan hukum secara representatif harus lebih dilakukan. Mulai dari penangkapan sampai apda tindakan hukum harus terus dilakukan kepada oknum yang ‘nakal’ itu.

“Harus diberikan efek jera. Bukan hanya ditangkap tetapi diadili sesuai peraturan hukum yang berlaku,” tandasnya saat ditemui di Kantor Kemenko Kesra, Jumat (28/2/2014).

Menurut Agung, efek jera kepada perusahaan yang ‘nakal’ bukan hanya diberikan hukuman, tetapi ganti rugi negara. Bukan dengan membubarkan perusahaanya karena pemerintah mempertimbangkan tenaga kerja. Maka hal ini dilihat pada tingkat kerusakan.

Sementara dari ramalan cuaca musim kemarau akan datang pada bulan Agustus, sedangkan pada Maret dan April curah hujan semakin lama akan berkurang. Untuk mengantisipasi perluasan akibat kebakaran lahan ini, pemerintah menyiapkan modifikasi cuaca dengan hujan buatan dan peledakan bom air melalui udara.

“Indonesia belum mempunyai water bombing maka kita akan menyewanya. Upaya pemadaman akan dilakukan oleh satgas udara, satgas darat dan penegak hukum,” kata dia.

Selain itu, kebutuhan lainya seperti pesawat herkules, pesawat kasa dan pesawat amphibi. Selanjutnya akan dibentuk Standar Operasi Prosedur (SOP) untuk menentukan tugas masing-masing stakeholder di lokasi.

“Tujuan kita agar terbangun sistem penanganan mutlak dari masa pencegahan, saat terdi kebakaran dan pasca kebakaran,” tegasnya.

Baca juga: Riau membara, titik api capai 1.234
(lns)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
8 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
24 menit yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
25 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved