Konon, nenek moyang Minangkabau berasal dari Gunung Marapi

Jum'at, 28 Februari 2014 - 03:05 WIB
Konon, nenek moyang...
Konon, nenek moyang Minangkabau berasal dari Gunung Marapi
A A A
Sindonews.com - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera barat (Sumbar), ternyata menyimpan banyak cerita.

Seperti lazimnya gunung-gunung lain, Gunung Marapi dipercaya menyimpan cerita legenda dan sejumlah mitos yang diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat Agam dan sekitarnya.

Keberadaan Gunung Marapi dikenal sangat kental mempunyai nilai historis bagi masyarakat Minangkabau. Konon menurut sejarah, nenek moyang orang Minangkabau berasal dari lereng Gunung Marapi. Hal ini ditandai dengan terdapatnya Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Nagari Pariangan merupakan cikal bakal lahirnya sistem pemerintahan masyarakat berbasis nagari di Sumbar.

Sebuah animo unik yang berkembang di masyarakat, bahwa jika seseorang yang belum pernah melakukan pendakian ke Gunung Marapi, maka orang itu belum lengkap disebut sebagai orang Minangkabau.

Konon, daerah Sumbar pernah mengalami banjir yang sangat besar. Untuk menyelamatkan diri, mereka menumpangi perahu besar dan akhirnya terdampar di puncak Gunung Marapi.

Pada saat banjir surut, nampaklah di bawah kaki gunung adanya Luhak nan Tigo (3 cekungan daratan). Rombongan kapal yang terdampar itu kemudian mulai menuruni tiga wilayah tersebut hingga beranak-pinak dan menjadi penghuninya hingga kini.

Luhak nan Tigo yang sekarang diketahui seperti Luhak nan Tuo, yakni meliputi Wilayah Kabupaten Tanah Datar (Kota Batusangkar dan Padangpanjang). Selanjutnya, Luhak nan Tengah yakni Wilayah Kabupaten Agam (Kota Bukittinggi). Dan Luhak nan Bungsu yang berada di Kabupaten Limapuluhkota (Kota Payakumbuh).

Legenda inilah yang diyakini penduduk setempat sebagai cikal bakal lahirnya masyarakat Minangkabau yang memiliki adat istiadat budaya khas yang unik. Sejatinya Minangkabau adalah masyarakat pegunungan dimana Gunung Marapi menjadi simbol budayanya.

Dahulu, para leluhur orang Minangkabau selalu berpesan bahwa Rumah Gadang, rumah adat Minangkabau, harus didirikan menghadap ke Gunung Marapi.

(Diolah dari berbagai sumber)

Baca:
Ini kondisi Gunung Marapi pasca erupsi
BNPB: Marapi hanya letusan kecil, tidak membahayakan!
3 kecamatan berpotensi terkena erupsi Marapi
Marapi erupsi, aktivitas warga normal
(rsa)
Berita Terkait
Erupsi Gunung Marapi...
Erupsi Gunung Marapi di Sumbar, Korban Meninggal Bertambah Jadi 15 Orang
Semua Pendaki Korban...
Semua Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan, 52 Selamat dan 23 Meninggal
Imbas Gunung Marapi...
Imbas Gunung Marapi Erupsi Kembali, Bandara Minangkabau Ditutup Sementara
Gunung Marapi Erupsi,...
Gunung Marapi Erupsi, Lontarkan Lava Pijar Besar dan Dentuman Keras
Erupsi Gunung Marapi:...
Erupsi Gunung Marapi: 28 Pendaki Selamat, 11 Meninggal Dunia
Memilukan, 14 Mahasiswa...
Memilukan, 14 Mahasiswa Teknik Sipil PNP Jadi Korban Letusan Gunung Marapi
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
50 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved