TKI Bali ditangkap di AS, ini pesan Gubernur Pastika
Sabtu, 22 Februari 2014 - 20:47 WIB
TKI Bali ditangkap di AS, ini pesan Gubernur Pastika
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan keprihatinan atas kasus yang membelit salah seorang Tenaga Kerja Indonesia Ketut Pujayasa yang ditangkap di Amerika Serikat atas sangkaan penganiayan dan pemerkosaan.
Agar kejadian itu tidak terulang dan menimpa TKI asal Bali lainnya, Gubernur Pastika menyampaikan beberapa pesan agar para pemburu dolar di negeri itu berhati-hati dan mengindari beberapa penyakit orang perantau.
Dia juga berpesan agar warga Bali bisa lebih menjaga diri serta perilaku mereka selama berjuang mencari nafkah di kapal pesiar.
"Ketika naik kapal pesiar, penyakitnya ikut mabuk, minum-minum (alkohol), atau main judi," ujarnya di sela acara mesimakrama di Denpasar, Sabtu (22/2/2014).
Yang dia khawatirkan, terhadap para pelayar itu, mereka terkadang tak tahan godaan karena memiliki banyak uang.
Karena punya uang banyak, ketika ada waktu luang di kapal, mereka suka minum bahkan berjudi.
"Itu yang saya khawatirkan kalau anak-anak kita naik kapal pesiar," tuturnya.
Dia juga mengingatkan, warga Bali yang bekerja di kapal pesiar agar bisa menjaga diri, saat jauh dari keluarga bekerja di kapal pesiar.
"Jangan di setiap pelabuhan berhenti, terus mencari wanita, itu kan penyakit juga," katanya mengingatkan.
Terhadap kasus yang dialami Pujayasa, atas sangkaan penyerangan dan pemerkosaan terhadap penumpang wanita di kapal pesiar MS Nieuwe Amsterdam, Pastika menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum di yang berlaku di Negeri Paman Sam itu.
Baca juga: Perkosa bule, TKI asal Bali dihukum di Amerika Serikat
Agar kejadian itu tidak terulang dan menimpa TKI asal Bali lainnya, Gubernur Pastika menyampaikan beberapa pesan agar para pemburu dolar di negeri itu berhati-hati dan mengindari beberapa penyakit orang perantau.
Dia juga berpesan agar warga Bali bisa lebih menjaga diri serta perilaku mereka selama berjuang mencari nafkah di kapal pesiar.
"Ketika naik kapal pesiar, penyakitnya ikut mabuk, minum-minum (alkohol), atau main judi," ujarnya di sela acara mesimakrama di Denpasar, Sabtu (22/2/2014).
Yang dia khawatirkan, terhadap para pelayar itu, mereka terkadang tak tahan godaan karena memiliki banyak uang.
Karena punya uang banyak, ketika ada waktu luang di kapal, mereka suka minum bahkan berjudi.
"Itu yang saya khawatirkan kalau anak-anak kita naik kapal pesiar," tuturnya.
Dia juga mengingatkan, warga Bali yang bekerja di kapal pesiar agar bisa menjaga diri, saat jauh dari keluarga bekerja di kapal pesiar.
"Jangan di setiap pelabuhan berhenti, terus mencari wanita, itu kan penyakit juga," katanya mengingatkan.
Terhadap kasus yang dialami Pujayasa, atas sangkaan penyerangan dan pemerkosaan terhadap penumpang wanita di kapal pesiar MS Nieuwe Amsterdam, Pastika menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum di yang berlaku di Negeri Paman Sam itu.
Baca juga: Perkosa bule, TKI asal Bali dihukum di Amerika Serikat
(lns)