20 anggota geng motor di Jabar ditembak polisi
Rabu, 19 Februari 2014 - 16:37 WIB
20 anggota geng motor di Jabar ditembak polisi
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M Iriawan, mengklaim jajarannya telah menembak 20 anggota geng motor di berbagai daerah di Jawa Barat.
Mantan Direskrimum Polda Metra Jaya ini lalu menyebut beberapa kasus tembak di tempat terhadap anggota geng motor. Di antaranya di Cimahi, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Bogor.
"Sudah banyak, mungkin ada sekira 20-an yang ditembak itu. Itu se-Jawa Barat," ungkap mantan Kapolda NTB ini di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/2/2014).
Langkah tembak di tempat menurutnya bukan langkah populer. Tapi itu dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Instruksi tembak di tempat bagi geng motor pelaku kriminal, lanjut Iriawan, membuat kasus yang melibatkan geng motor turun drastis. "Jauh (menurun angka kriminalitasnya)," ujarnya.
Iriawan mengatakan, tembak di tempat merupakan langkah terakhir untuk menindak pelaku kejahatan, terutama oleh geng motor. Itu pun tujuannya untuk melumpuhkan pelaku.
"Tembak di tempat itu bukan sembarang menembak. Polisi tidak diajarkan untuk menembak organ tubuh yang vital, tapi melumpuhkan," jelasnya.
Soal instruksi tembak di tempat, dia menyatakan tidak ada alasan bagi semua kapolres di Jawa Barat untuk tidak menjalankannya.
"Harus dilakukan kalau perintah Kapolda kan. Itu kebijakan, kalau tidak berani kita evaluasi, bisa diganti," pungkas Iriawan.
Mantan Direskrimum Polda Metra Jaya ini lalu menyebut beberapa kasus tembak di tempat terhadap anggota geng motor. Di antaranya di Cimahi, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Bogor.
"Sudah banyak, mungkin ada sekira 20-an yang ditembak itu. Itu se-Jawa Barat," ungkap mantan Kapolda NTB ini di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/2/2014).
Langkah tembak di tempat menurutnya bukan langkah populer. Tapi itu dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Instruksi tembak di tempat bagi geng motor pelaku kriminal, lanjut Iriawan, membuat kasus yang melibatkan geng motor turun drastis. "Jauh (menurun angka kriminalitasnya)," ujarnya.
Iriawan mengatakan, tembak di tempat merupakan langkah terakhir untuk menindak pelaku kejahatan, terutama oleh geng motor. Itu pun tujuannya untuk melumpuhkan pelaku.
"Tembak di tempat itu bukan sembarang menembak. Polisi tidak diajarkan untuk menembak organ tubuh yang vital, tapi melumpuhkan," jelasnya.
Soal instruksi tembak di tempat, dia menyatakan tidak ada alasan bagi semua kapolres di Jawa Barat untuk tidak menjalankannya.
"Harus dilakukan kalau perintah Kapolda kan. Itu kebijakan, kalau tidak berani kita evaluasi, bisa diganti," pungkas Iriawan.
(sms)