Pemerintah sediakan 25 hektare untuk relokasi warga Sinabung
Rabu, 05 Februari 2014 - 22:43 WIB
Pemerintah sediakan 25 hektare untuk relokasi warga Sinabung
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) segera merelokasi sebanyak 1.083 jiwa akibat erupsi Gunung Sinabung. Hal ini hanya tinggal menunggu Pemerintah Kota Karo untuk mencari lahan perumahan.
Sekretaris Utama BNPB Fachrul Hadi mengatakan, relokasi ini dimaksudkan untuk pengungsi yang tempat tinggalnya beradius 3 km dari Gunung Sinabung. Rencananya tempat relokasi yang akan diberikan di Kabupaten Kota Kabanjahe.
Menurut dia, estimasi total biaya untuk membangun rumah, fasilitas umum serta penyedian air bersih dan sarana prasarana sebesar Rp67 miliar. Sedangkan luas tanah yang dibutuhkan untuk menampung 1083 jiwa sekitar 25 hektare.
"Saat ini baru 15 hektare, sisanya masih dalam proses diharapkan cepat," ujarnya saat ditemui di kantor BNPB dalam konferensi pers, kemarin.
Nantinya, setiap KK akan diberikan rumah dengan tipe 36 di atas tanah selebar 100-150 meter persegi. Perkirakan satu rumah akan menelan biaya sekitar Rp30 juta, namun hal itu belum dihitung pasti nya.
Fachrul menambahkan, permasalahan lahan menjadi masalah yang sangat krusial. Hal tersebut tergantung dari Pemda dalam mencari dan menyediakan. Saat ini dana yang disediakan sudah ada terdapat di BNPM.
"Kami menunggu Pemda sediakan dan membayar lahan tersebut. Maka kita siap bangun bersama PU," kata dia.
Terkait dengan lahan, masyarakat dapat menggunakan lahanya untuk bercocok tanam. Tetapi tidak untuk ditinggali menjadi rumah huni. Maka, hak tanah yang dimiliki masih tetap namun hanya untuk pertanian.
Seharusnya, relokasi yang dilakukan seyogyanya dibangun pada radius 7 km dari tempat rawan bencana. Namun, rencana tempat relokasi nantinya hanya berjarak 5 km dari titik rawan bencana."Lima km sudah menjadi kawasan aman. Seharunsya memang 7 km. Karena jarak di atas 5 km masih menjadi jarak potensi bencana dan rawan," ucapnya.
Hal ini, menurut dia menjadi kewajiban Pemda untuk melakukan pendekatan masyarakat untuk mau direlokasikan. Hal ini harus cepat dilakukan sampai pada proses peningkatan kapasitas nantinya. "Kalau tidak mau harus terus usaha. Maka harus dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat. Karenanya, mereka harus mengetahui peringatan dini dalam bencana," tegasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Deputi Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto mengatakan, relokasi pengungsi masih dalam proses dan memakan banyak waktu. Terlebih dalam urusan lahan. Ditargetkan disediakan 25 hektare, saat ini baru tersedia 15 hektare."Sisanya akan kongkret kemungkinan 1-2 hari lagi. Akan diusahakan," tandas dia.
Sekretaris Utama BNPB Fachrul Hadi mengatakan, relokasi ini dimaksudkan untuk pengungsi yang tempat tinggalnya beradius 3 km dari Gunung Sinabung. Rencananya tempat relokasi yang akan diberikan di Kabupaten Kota Kabanjahe.
Menurut dia, estimasi total biaya untuk membangun rumah, fasilitas umum serta penyedian air bersih dan sarana prasarana sebesar Rp67 miliar. Sedangkan luas tanah yang dibutuhkan untuk menampung 1083 jiwa sekitar 25 hektare.
"Saat ini baru 15 hektare, sisanya masih dalam proses diharapkan cepat," ujarnya saat ditemui di kantor BNPB dalam konferensi pers, kemarin.
Nantinya, setiap KK akan diberikan rumah dengan tipe 36 di atas tanah selebar 100-150 meter persegi. Perkirakan satu rumah akan menelan biaya sekitar Rp30 juta, namun hal itu belum dihitung pasti nya.
Fachrul menambahkan, permasalahan lahan menjadi masalah yang sangat krusial. Hal tersebut tergantung dari Pemda dalam mencari dan menyediakan. Saat ini dana yang disediakan sudah ada terdapat di BNPM.
"Kami menunggu Pemda sediakan dan membayar lahan tersebut. Maka kita siap bangun bersama PU," kata dia.
Terkait dengan lahan, masyarakat dapat menggunakan lahanya untuk bercocok tanam. Tetapi tidak untuk ditinggali menjadi rumah huni. Maka, hak tanah yang dimiliki masih tetap namun hanya untuk pertanian.
Seharusnya, relokasi yang dilakukan seyogyanya dibangun pada radius 7 km dari tempat rawan bencana. Namun, rencana tempat relokasi nantinya hanya berjarak 5 km dari titik rawan bencana."Lima km sudah menjadi kawasan aman. Seharunsya memang 7 km. Karena jarak di atas 5 km masih menjadi jarak potensi bencana dan rawan," ucapnya.
Hal ini, menurut dia menjadi kewajiban Pemda untuk melakukan pendekatan masyarakat untuk mau direlokasikan. Hal ini harus cepat dilakukan sampai pada proses peningkatan kapasitas nantinya. "Kalau tidak mau harus terus usaha. Maka harus dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat. Karenanya, mereka harus mengetahui peringatan dini dalam bencana," tegasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Deputi Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto mengatakan, relokasi pengungsi masih dalam proses dan memakan banyak waktu. Terlebih dalam urusan lahan. Ditargetkan disediakan 25 hektare, saat ini baru tersedia 15 hektare."Sisanya akan kongkret kemungkinan 1-2 hari lagi. Akan diusahakan," tandas dia.
(dam)