6 enam rumah di Cirebon terancam longsor
Rabu, 05 Februari 2014 - 20:15 WIB
6 enam rumah di Cirebon terancam longsor
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya enam rumah di Desa Sedongkidul, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, terancam longsor Sungai Cijuray.
Berdasarkan informasi, hujan deras yang kerap turun di wilayah Cirebon menyebabkan tebing Sungai Cijuray longsor. Warga pun minta adanya bronjong di sekitar sungai untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi.
Longsornya tebing sungai menyebabkan jarak antara rumah dengan tebing tersebut semakin dekat. Salah satu rumah warga yang terancam longsor milik Eyo, warga RT 01/08 Blok Nagrak, Desa Sedongkidul, Kecamatan Sedong. Dia
mengkhawatirkan situasi itu.
“Hujannya tiap hari, tebing sungai jadi semakin longsor,” ungkap dia cemas, Rabu (5/2/2014).
Saat ini, jarak rumah Eyo dengan bibir tebing sungai yang longsor hanya sekitar satu meter saja. Sebelumnya, jarak rumah dengan bibir tebing sungai sekitar dua meter.
Warga lainnya, Casta, mengatakan, hujan menyebabkan halaman belakang rumahnya yang berdekatan dengan tebing sungai turut longsor. Dia bahkan sempat dikejutkan suara gemuruh dari belakang rumahnya akibat longsor.
Saat ini, jarak rumahnya dengan bibir sungai tak lebih dari satu meter. Akibat kondisi itu, warga pun berharap pihak berwenang secepatnya melakukan langkah antisipasi terhadap tebing sungai yang longsor tersebut.
“Kami harap dibangun bronjong di tebing sungai itu supaya rumah tak ikut terkena,” harapnya.
Camat Sedong Tasimo menyatakan, longsornya tebing sungai itu bukan kali pertama. Setiap musim hujan, tebing sungai kerap longsor dan membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya.
“Kami melalui Pemkab Cirebon sudah pernah mengajukan permintaan pembuatan bronjong kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung,” jelas dia.
Dia menyebut pembuatan bronjong sebagai kebutuhan mendesak mengingat tahun lalu sebuah rumah hanyut terkena longsoran sungai. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena rumah dalam kondisi kosong.
Hanya saja, jika bronjong tak segera dibuat pihaknya khawatir kejadian serupa akan terulang. Belum lagi kemungkinan penambahan jumlah rumah yang terancam longsor dari enam unit sebagaimana yang menghantui kini.
Berdasarkan informasi, hujan deras yang kerap turun di wilayah Cirebon menyebabkan tebing Sungai Cijuray longsor. Warga pun minta adanya bronjong di sekitar sungai untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi.
Longsornya tebing sungai menyebabkan jarak antara rumah dengan tebing tersebut semakin dekat. Salah satu rumah warga yang terancam longsor milik Eyo, warga RT 01/08 Blok Nagrak, Desa Sedongkidul, Kecamatan Sedong. Dia
mengkhawatirkan situasi itu.
“Hujannya tiap hari, tebing sungai jadi semakin longsor,” ungkap dia cemas, Rabu (5/2/2014).
Saat ini, jarak rumah Eyo dengan bibir tebing sungai yang longsor hanya sekitar satu meter saja. Sebelumnya, jarak rumah dengan bibir tebing sungai sekitar dua meter.
Warga lainnya, Casta, mengatakan, hujan menyebabkan halaman belakang rumahnya yang berdekatan dengan tebing sungai turut longsor. Dia bahkan sempat dikejutkan suara gemuruh dari belakang rumahnya akibat longsor.
Saat ini, jarak rumahnya dengan bibir sungai tak lebih dari satu meter. Akibat kondisi itu, warga pun berharap pihak berwenang secepatnya melakukan langkah antisipasi terhadap tebing sungai yang longsor tersebut.
“Kami harap dibangun bronjong di tebing sungai itu supaya rumah tak ikut terkena,” harapnya.
Camat Sedong Tasimo menyatakan, longsornya tebing sungai itu bukan kali pertama. Setiap musim hujan, tebing sungai kerap longsor dan membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya.
“Kami melalui Pemkab Cirebon sudah pernah mengajukan permintaan pembuatan bronjong kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung,” jelas dia.
Dia menyebut pembuatan bronjong sebagai kebutuhan mendesak mengingat tahun lalu sebuah rumah hanyut terkena longsoran sungai. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena rumah dalam kondisi kosong.
Hanya saja, jika bronjong tak segera dibuat pihaknya khawatir kejadian serupa akan terulang. Belum lagi kemungkinan penambahan jumlah rumah yang terancam longsor dari enam unit sebagaimana yang menghantui kini.
(lns)