Karena bau tidak sedap, ratusan warga gelar aksi

Selasa, 04 Februari 2014 - 22:17 WIB
Karena bau tidak sedap,...
Karena bau tidak sedap, ratusan warga gelar aksi
A A A
Sindonews.com – Ratusan warga dari berbagai kampung di Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, menggelar aksi demo ke lokasi PT Dae Yool, di kawasan Kampung Bojong Larang, Kelurahan Sukamenteri. Aksi dipicu oleh pencemaran bau tidak sedap dari perusahaan pengolah pakan ternak asal Korea Selatan tersebut.

Meski telah disegel oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, ratusan warga ini meminta agar pabrik segera ditutup.

Kasi Kesra Kelurahan Sukamenteri, Heri Hasan Basri mengatakan, sejak awal keberadaan pabrik yang menggunakan limbah bulu ayam sebagai bahan dasar tersebut sudah ditentang masyarakat.

“Inti penolakan karena adanya pencemaran bau yang tidak sedap. Bau itu dihasilkan dari proses pembakaran di dalam pabrik,” kata Heri, Selasa (4/2/2014).

Ratusan warga yang menggelar aksi ini berasal dari Kampung Copong, Bojong Rarang, Panangungan, Bojong Salam, Banyuresmi, Nangewer, dan Pasir Muncang. Warga dari berbagai kampung ini mengaku kesal karena terus menerus menghirup bau tidak sedap setiap hari selama bertahun-tahun.

“Jadi, awal mulanya terjadi di tahun 2006 lalu. Saat itu datang orang Korea untuk meminta pengubahan kewarganegaraan sekaligus izin mendirikan pabrik ke kelurahan kami. Namun, kami tolak dengan alasan pindah kewarganegaraan dan perizinan bukan tanggung jawab kelurahan. Tidak begitu lama tiba-tiba muncul pabrik ini,” ungkapnya.

Sejak beroperasi itulah, lanjut Heri, warga dari berbagai kampung ini dihantui bau tidak sedap selama ini. Pihak Kelurahan Sukamenteri pun sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi warga ihwal penutupan pabrik ini. “Kami sudah berkali-kali menyampaikan ini ke pemerintah daerah. Akhirnya, beberapa waktu lalu pabrik ini disegel. Namun saya sendiri tidak mengetahui, apakah Pemkab Garut akan memenuhi keinginan warga atau bagaimana nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengakui bila masalah pencemaran udara dari PT Dae Yool ini sudah sangat meresahkan warga. Arif pun setuju agar Pemkab Garut segera menuntaskan masalah ini hingga pabrik tersebut berhenti beroprerasi.

“Pihak kepolisian menilai ada potensi konflik antar masyarakat dalam kasus pencemaran udara ini. Situasi yang terjadi di masyarakat sudah sangat rawan. Buktinya sudah ada aksi-aksi seperti ini. Maka dari itu, kami siap memfasilitasi pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah ini,” tukasnya. •to redaksi, me, daerah
Dihantui Bau Tidak Sedap, Ratusan Warga Gelar Aksi
GARUT – Ratusan warga dari berbagai kampung di Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, menggelar aksi demo ke lokasi PT Dae Yool, di kawasan Kampung Bojong Larang, Kelurahan Sukamenteri. Aksi warga, dipicu oleh pencemaran bau tidak sedap dari perusahaan pengolah pakan ternak asal Korea Selatan tersebut.
Meski telah disegel oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, ratusan warga ini meminta agar pabrik tersebut segera ditutup. Kasi Kesra Kelurahan Sukamenteri, Heri Hasan Basri mengatakan, sejak awal keberadaan pabrik yang menggunakan limbah bulu ayam sebagai bahan dasar tersebut sudah ditentang oleh masyarakat.
“Inti dari penolakan adalah adanya pencemaran bau yang tidak sedap. Bau itu dihasilkan dari proses pembakaran di dalam pabrik,” kata Heri, Selasa (4/2/2014).
Ratusan warga yang menggelar aksi ini berasal dari Kampung Copong, Bojong Rarang, Panangungan, Bojong Salam, Banyuresmi, Nangewer, dan Pasir Muncang. Warga dari berbagai kampung ini mengaku kesal karena terus menerus menghirup bau tidak sedap setiap hari selama bertahun-tahun.
“Jadi, awal mulanya terjadi di tahun 2006 lalu. Saat itu datang orang korea untuk meminta pengubahan kewarganegaraan sekaligus izin mendirikan pabrik ke kelurahan kami. Namun, kami tolak dengan alasan pindah kewarganegaraan dan perizinan bukan tanggung jawab kelurahan. Tak lama dari kejadian itu, tiba-tiba muncul pabrik ini,” ungkapnya.
Sejak beroperasi itulah, kata Heri, warga dari berbagai kampung ini dihantui oleh bau tidak sedap tersebut. Pihak Kelurahan Sukamenteri pun sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi warga ihwal penutupan pabrik ini.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan ini ke pemerintah daerah. Akhirnya, beberapa waktu lalu pabrik ini disegel. Namun saya sendiri tidak mengetahui, apakah Pemkab Garut akan memenuhi keinginan warga atau bagaimana nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengakui bila masalah pencemaran udara dari PT Dae Yool ini sudah sangat meresahkan di kalangan warga. Arif pun setuju agar Pemkab Garut segera menuntaskan masalah ini hingga pabrik tersebut berhenti beroprerasi.
“Pihak kepolisian sudah menilai ada potensi konflik antar masyarakat dalam kasus pencemaran udara ini. Situasi yang terjadi di masyarakat sudah sangat rawan. Buktinya sudah ada aksi-aksi seperti ini. Maka dari itu, kami siap memfasilitasi pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah ini,” tukasnya
(ilo)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
1 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
1 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
1 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
2 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
2 jam yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
3 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved