Bumi Perkemahan Cibubur cocok jadi pusat pengungsi banjir

Senin, 27 Januari 2014 - 21:47 WIB
Bumi Perkemahan Cibubur...
Bumi Perkemahan Cibubur cocok jadi pusat pengungsi banjir
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI telah melakukan pengecekan ke Bumi Perkemahan Cibubur terkait rencana pemusatan pengungsian korban banjir. Pengecekan dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

"Hari ini baru kita cek di lapangan. Saya lihat sepertinya memungkinkan," katanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/01).

Menurut Jokowi, pemusatan pengungsi di satu lokasi ini dinilai akan membuat manajemen penanganan korban banjir menjadi lebih mudah. Namun, rencana pemusatan pengungsi korban banjir di satu titik ini tergantung dari kemauan warga yang sifatnya tidak bisa dipaksakan.

Beberapa hari lalu Pemprov DKI Jakarta berencana memusatkan pengungsian korban banjir di tiga titik. Yakni di Kompleks Bandara Halim Perdanakusuma, Perkemahan Cibubur, dan Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

Langkah ini untuk memudahkan distribusi bantuan. Karena selama ini korban banjir di Ibu Kota tersebar di beberapa tempat sehingga menyulitkan aparat Pemprov DKI Jakarta mengatur distribusi bantuan logistik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sejak musibah banjir besar menerjang Ibu Kota, Senin 13 Januari lalu, banyak sekali bantuan datang untuk para korban. Sayangnya, distribusi bantuan tidak merata.

Padahal bantuan tidak hanya berasal dari Pemprov DKI Jakarta, tapi banyak juga dari relawan, donatur, dan masyarakat lain. Tidak meratanya bantuan ini ditengarai akibat ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi banjir ini untuk menumpang makan atau bantuan. Padahal korban banjir ini ada yang benar-benar butuh pertolongan.

Untuk mengatur agar bantuan logistik bagi korban banjir ini lebih terkendali, korban banjir akan dipindahkan ke tiga tempat. Semua lokasi ini diyakini dapat menampung para pengungsi. Di Kompleks Bandara Halim Perdanakusuma misalnya bisa menampung 1.200 jiwa. Sementara di Perkemahan Cibubur 10.000 jiwa, dan Ragunan 5.000 jiwa.

Warga yang mau dipindahkan selama masa siaga darurat banjir ini akan dijamin kebutuhannya. Sedangkan yang tidak mau dibawa ke pusat pengungsian tidak diberikan bantuan apa pun.

Pengungsi ini akan diangkut menggunakan mobil truk milik TNI atau milik Pemprov DKI Jakarta. Warga yang tidak bisa meninggalkan rumah karena banyak barang yang harus dijaga dianggap kalangan mampu. Sedangkan yang mau pindah dianggap betul-betul miskin.
(hyk)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
18 menit yang lalu
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
10 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
11 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
12 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
14 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
14 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved