Tanah terus bergerak, Puncak Pas rawan bencana

Jum'at, 24 Januari 2014 - 20:01 WIB
Tanah terus bergerak,...
Tanah terus bergerak, Puncak Pas rawan bencana
A A A
Sindonews.com - Retakan tanah di Puncak Pas, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, terus bertambah. Sedikitnya 20 rumah di Kampung Puncak kini terdampak pergeseran tanah tersebut. Bahkan kini menjalar hingga gerbang perbatasan di Kabupaten Bogor.

Senior Geologist Badan Geologi dan Vulkanologi Herry Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terhadap kondisi tanah, wilayah Puncak dikatakan sudah tidak layak untuk dijadikan pemukiman. Namun, dia menganggap banyak sekali pertimbangan ketika rekomendasi untuk merelokasi penduduk.

“Dari tahun lalu kami sudah merekomendasikan untuk merelokasi penduduk setempat, tapi warga menganggap relokasi akan menghilangkan mata pencahariannya. Selain itu, pemerintah juga kesulitan dengan anggaran yang akan dikeluarkan apabila relokasi itu terjadi,” tutur Herry Purnomo, Jumat (24/1/2014).

Sesuai data yang dimiliki Badan Geologi, ada sekira 100 hektar lahan yang masuk kategori merah di daerah tersebut. Luas wilayah tersebut menurutnya dari mulai Puncak Pas sampai Tugu Botol Kecap Ciloto.

“Longsoran bisa terjadi karena struktur tanah yang rapuh. Terjadi akumulasi air hujan yang mengakibatkan masa berat tanah bertambah,” terangnya.

Herry juga menilai, bukan hanya pemukiman penduduk yang harus direlokasi, tetapi bangunan seperti hotel, vila, restoran yang ada di daerah tersebut terancam keadaannya.

“Kalau bangunan tersebut masuk pada zona merah atau zona bencana, maka bangunan tersebut harus segera dipindahkan. Tetapi secara detil akan kita lakukan pemetaan dulu untuk menentukan zonanya,” paparnya.

Selain itu, kendaraan berat juga menyumbang pergerakan tanah sehingga menyebabkan beban tanah semakin bertambah. Salah satu cara untuk meminimalisir itu menurutnya dengan difungsikannya jalur Puncak Dua.

“Di bagian jalan daerah tersebut sebenarnya sudah ada retakan, apalagi kalau turun hujan secara terus menerus, dan sering dilewati kendaraan. Sebenarnya Jalan Puncak itu sudah bahaya untuk dilewati kendaraan berat yang dapat menambah beban jalan menjadi bertambah," terangnya.

Baca:
Korban tanah ambles di Cianjur mulai terserang penyakit
(rsa)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
46 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
56 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved