Cuaca buruk, ratusan nelayan Pekalongan menganggur

Kamis, 23 Januari 2014 - 13:36 WIB
Cuaca buruk, ratusan...
Cuaca buruk, ratusan nelayan Pekalongan menganggur
A A A
Sindonews.com - Sudah beberapa pekan ini cuaca di laut Jawa tidak bersahabat. Badai dan ombak besar dengan ketinggian hingga lima meter membuat para nelayan yang biasa mencari ikan banyak menganggur. Mereka menyandarkan ratusan perahunya di Pelabuhan Pekalongan, Jawa Tengah.

Sambil menunggu cuaca membaik, sebagian nelayan memperbaiki kapal dan memperbaiki alat tangkap berupa jaring ikan dan pancing. Selain itu, mereka juga memperbaiki kapal dan mempersiapkan bekal, jika sewaktu-waktu cuaca membaik agar langsung berangkat melaut.

"Kami tidak berani melaut karena cuaca berubah-ubah dan sering terjadi gelombang tinggi. Jika dipaksakan berangkat, bisa membahayakan keselamatan dan hasilnya juga minim," ujar Suhari, salah seorang nelayan di Pekalongan, Kamis (23/1/2014).

Ditambahkan dia, harga ikan di pasaran saat ini menjadi mahal, karena pasokan ikan minim. Seperti ikan layang yang sebelumnya dipasarkan sekira Rp11 ribu per kilogram, kini menjadi Rp15 ribu per kilo. Cakalang, dari yang sebelumnya hanya Rp13 ribu per kilo, kini menjadi Rp16,500 per kilo.

Begitupun dengan ikan tongkol dari Rp17 ribu per kilo, menjadi Rp21 ribu per kilo. Sedang ikan kembung, dari yang sebelumnya Rp18 ribu per kilo, menjadi Rp17 ribu per kilo. Ikan tengiri yang biasanya Rp60 ribu per kilo, menjadi Rp70 ribu per kilo.

“Harga ikan menjadi naik beberapa ribu, karena pasokan minim. Yang ada di pasaran saat ini hanya ikan pinggiran, sehingga sangat terbatas jumlahnya," jelas Agus Pantoso, pedagang ikan.

Tempat pelalangan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan juga minim pasokan. Jika biasanya lebih dari 10 ton per hari, saat ini kurang dari lima ton yang dilelang di tempat ini.

Cuaca buruk seperti ini biasanya akan berlangsung dua-tiga bulan. Selama menunggu cuaca membaik, para nelayan banyak yang tidak bisa bekerja mencari ikan, sehingga kebutuhan keluarga dicukupi dengan berutang terlebih dahulu.
(san)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
7 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
7 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
8 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
9 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
10 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
11 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved