Begal motor buat beli putaw, Diky tewas didor
Kamis, 16 Januari 2014 - 16:22 WIB
Begal motor buat beli putaw, Diky tewas didor
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku pencurian kendaraan bermotor tewas diterjang timah panas petugas Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Pelaku diketahui bernama Diky Firmansyah, warga Jalan Wonokromo VI, Surabaya.
Penjahat jalanan berusia 33 tahun ini, diterjang dua timah panas, dini hari tadi, di Jalan Kenjeran, Surabaya. Dari tangannya, polisi menyita jarum suntik yang masih ada sisa narkoba jenis putaw.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi mengatakan, petugas terpaksa menembak Dicky, karena dia berusaha menyerang petugas dengan pisau saat hendak ditangkap.
"Sebelum kejadian, petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku yang mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi dan tanpa menyalakan lampu. Nah, petugas yang curiga melakukan pengejaran dan mencoba menghentikan laju kendaraan," ujar Agung, kepada wartawan, Kamis (16/1/2014).
Setelah berhasil dikejar, masih mengendarai sepeda motor, petugas meminta Diky menghentikan motornya. Namun, bukan menghentikan motornya, dia malah melompat ke motor petugas dan menyerang dengan sebilah pisau.
"Rupanya motor tersebut adalah hasil kejahatan yang kemudian diganti dengan Nopol L 3743 CF. Pelaku yang terdesak, melompat dari motor dan langsung menyerang petugas menggunakan sebilah pisau," katanya.
Merasa terancam, petugas mengeluarkan pistol dan menembak Diky sebanyak dua kali. Tembakan membuat Diky langsung jatuh. Melihatnya pelaku nyaris tewas, dia langsung membawa Diky ke RSU Dokter Soetomo. Nahas, nyawanya tidak dapat ditolong.
Polisi menduga, pencurian sepeda motor ini karena kecanduan narkoba. Sebab, dari tangan pelaku, petugas menyita suntikan yang masih ada sisa narkoba jenis putaw.
"Kemungkinan, motor curiannya hendak dijual ke Madura, dari situ hasilnya dipakai untuk membeli narkoba jenis putaw," tukasnya.
Penjahat jalanan berusia 33 tahun ini, diterjang dua timah panas, dini hari tadi, di Jalan Kenjeran, Surabaya. Dari tangannya, polisi menyita jarum suntik yang masih ada sisa narkoba jenis putaw.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi mengatakan, petugas terpaksa menembak Dicky, karena dia berusaha menyerang petugas dengan pisau saat hendak ditangkap.
"Sebelum kejadian, petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku yang mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi dan tanpa menyalakan lampu. Nah, petugas yang curiga melakukan pengejaran dan mencoba menghentikan laju kendaraan," ujar Agung, kepada wartawan, Kamis (16/1/2014).
Setelah berhasil dikejar, masih mengendarai sepeda motor, petugas meminta Diky menghentikan motornya. Namun, bukan menghentikan motornya, dia malah melompat ke motor petugas dan menyerang dengan sebilah pisau.
"Rupanya motor tersebut adalah hasil kejahatan yang kemudian diganti dengan Nopol L 3743 CF. Pelaku yang terdesak, melompat dari motor dan langsung menyerang petugas menggunakan sebilah pisau," katanya.
Merasa terancam, petugas mengeluarkan pistol dan menembak Diky sebanyak dua kali. Tembakan membuat Diky langsung jatuh. Melihatnya pelaku nyaris tewas, dia langsung membawa Diky ke RSU Dokter Soetomo. Nahas, nyawanya tidak dapat ditolong.
Polisi menduga, pencurian sepeda motor ini karena kecanduan narkoba. Sebab, dari tangan pelaku, petugas menyita suntikan yang masih ada sisa narkoba jenis putaw.
"Kemungkinan, motor curiannya hendak dijual ke Madura, dari situ hasilnya dipakai untuk membeli narkoba jenis putaw," tukasnya.
(san)