Konflik tambang, polisi berpihak korporasi

Senin, 13 Januari 2014 - 22:11 WIB
Konflik tambang, polisi...
Konflik tambang, polisi berpihak korporasi
A A A
Sindonews.com - Penembakan diduga dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap masyarakat yang melakukan perlawanan adanya perusahaan tambang terus terjadi.

Polisi lebih mengutamakan kepentingan, dan berpihak pada korporasi daripada keselamatan masyarakat sipil. Buktinya masyarakat sipil selalu menjadi korban penembakan apabila terjadi konflik.

Kejadian paling baru menimpa masyarakat Motoling Picuan, Minahasa. empat orang terkena tembakan saat terjadi konflik dengan perusahaan tambang emas PT Sumber Energi Jaya.

Keempat korban adalah Sernike Marentek (40), Hardi Sumangkut (36) dan Asni Runtunuwu (40) dan Jefri Terok (38). Mereka dirawat di rumah sakit karena tertembus peluru milik aparat keamaan.

“Anggota masyarakat adat Motoling Picuan yang dianiaya dan ditahan polisi dilaporkan kini berjumlah enam orang. Mereka hingga sekarang masih ditahan,” kata Deputi II Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi melalui rilis, Senin (13/1/2013).

Lima orang di antaranya ditangkap pada Rabu (8/1) sore. Mereka adalah Jan Tendean (60), Lorens Flendo (63), Romy (38), Noldy (35) dan Karya (35). Selanjutnya Kamis (9/1) Hartono Adidin (45) dan Ari Rumondor (60) juga ditangkap.

Laporan AMAN Sulawesi Utara dan beberapa organisasi masyarakat sipil kekerasan dilakukan oleh kepolisian yang berpihak pada PT Sumber Energi Jaya.

22 Maret 2012, polisi menangkap Pendeta Edison Kesek yang dituduh sebagai penambang ilegal dan pemimpin perlawanan terhadap pertambangan.

26 Mei 2012, polisi melakukan pemeriksaan di Motoling Picuan dan menembak dua orang. Hautri Marentek tertembak di lengan saat memanjat pohon kelapa milik warga dan Leri Sumolang tertembak di paha saat berada di kebun miliknya sendiri.

4 Juni 2012, Polres Minahasa Selatan menggeledah rumah warga Motoling Picuan dengan alasan mencari para pemuda. Aparat dilaporkan memukul Fredi Lendo hingga dirawat di Rumah Sakit Amurang.

Saat penggeledahan aparat menembak John Aringking di bagian kepala. Korban diselamatkan oleh warga yang membawanya ke Rumah Hukum Tua (kepala desa).
5 Juni 2012 Deni tertembak di pinggang kiri dan Roy Sumampouw di kaki kanan.

Menurut Sekjen AMAN Abdon Nababan, mendesak Polres Minahasa Selatan menghentikan kekerasan terhadap masyarakat adat Motoling Picuan.

"Mau berapa banyak lagi darah yang tertumpah di nusantara ini karena aparatnya malah membela korporasi?” tegasnya.

Abdon menambahkan, sudah saatnya Indonesia memiliki undang-undang yang melindungi masyarakat adat, termasuk dari kekerasan oleh aparat negara.
(lns)
Berita Terkait
Mengintip Aktivitas...
Mengintip Aktivitas Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi
38 Ton Emas Ditemukan...
38 Ton Emas Ditemukan di Tambang Bayannuur, Mongolia
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Polisi Tetapkan Empat...
Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Banyumas
Gerebek Tambang Emas...
Gerebek Tambang Emas Ilegal, Polres Muratara Tangkap 3 Pelaku Penambang Liar
20 Tambang Emas Terbesar...
20 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Tiga Teratas
Berita Terkini
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
15 menit yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
1 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
1 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
2 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
2 jam yang lalu
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved