Hewan makan plastik tak hanya di KBS

Jum'at, 10 Januari 2014 - 07:01 WIB
Hewan makan plastik...
Hewan makan plastik tak hanya di KBS
A A A
Sindonews.com - Beberapa pekan lalu sebelum singa Afrika ditemukan mati terjerat sling di kandangnya sendiri, seorang jurnalis Richard Shears membuat berita cukup menghebohkan tentang Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Usai kunjungannya di KBS Wonocolo, Surabaya, dalam beritanya Richard menyebut KBS sebagai kebun binatang terkejam di dunia. Banyak satwa tidak terurus, dan makan plastik.

Namun, pernyataan Richard Shears dinilai tidak obyektif oleh berbagai pihak. Sebab pemberitaan itu hanya didasarkan pada penilaian banyaknya hewan di KBS makan plastik.

Mantan Kepala Staf President South East Asian Zoos and Aquaria Association (SEAZA) atau asosiasi kebun binatang se-Asia Tenggara Singky Soewadji mengatakan, seharusnya sebelum mengadili KBS sebagai kebun binatang terkejam, perlu ada kajian lagi.

Menurut dia, di kebun binatang manapun, ketika ada hewan jenis herbivora mati saat diautopsi pasti dalam perutnya ada plastik.

"Jadi tidak hanya di KBS saja. Bukannya saya membela KBS tapi memang faktanya demikian, " kata Singky beberapa waktu lalu.

Kemungkinan besar satwa di kebun binatang makan plastik itu terjadi. Karena bisa saja plastik itu berasal dari pengunjung. Atau ketika kondisi lokasi sudah dibersihkan namun ada plastik yang terbang dibawa angin dan dimakan oleh satwa tersebut.

"Jadi tidak ada yang aneh. Di kebun binatang manapun menang demikian. Kondisi KBS masih bagus lah dibanding dengan kebun binatang lainnya," ujarnya.

Meskipun saat ini KBS terjadi over polulasi sehingga harus ada penjarangan satwa.

Karena ketika satwa over polulasi maka yang terjadi akan saling bunuh. "Ini yang harus dipikirkan dan menjadi solusi," katanya.

Singky juga menyebut, terkait manajeman pengelolaan KBS memang masih belum ada ketetapan. Saat ini, tanah tempat KBS berada adalah milik dari Pemkot Surabaya. Sehingga, Pemkot punya kewenangan untuk mengelola KBS.

"Dalam sejarahnya tidak ada hasil yang bagus ketika KBS ini pelat merah (milik pemerintah). Solusinya adalah dikelolakan ke pihak swasta secara profesional," katanya.
(lns)
Berita Terkait
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
Polisi Tangkap 2 Penjual...
Polisi Tangkap 2 Penjual Satwa Dilindungi di Medan, 4 Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved