DTKJ anggap Dishub hanya pikirkan proyek
Rabu, 08 Januari 2014 - 14:13 WIB
DTKJ anggap Dishub hanya pikirkan proyek
A
A
A
Sindonews.com - Kritikan pedas terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI terkait rencana penutupan Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Lebak Bulus terus dilontarkan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).
Dishub dinilai hanya mementingkan proyek dengan membangun terminal secara besar-besaran. Sementara sosialisasi terkait penutupan Terminal Bus AKAP di Lebak Bulus tak mau digencarkan.
"Jadi jangan terus berpikir bangun terminal yang besar-besar begitu. Dishub berpikirnya hanya proyek terus," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan ketika dihubungi, Rabu (8/1/2014).
Menurut Azas, sebelum memindahkan Terminal Bus AKAP di Lebak Bulus, Dishub DKI seharusnya membangun terminal transit seperti di luar negeri.
Di sana, luas terminal transit tidak ada yang lebih dari satu hektare, misalnya seperti di Tokyo yang hanya punya lima terminal.
"Itu kan memang bagus jika nanti sudah jadi, ada terminal bus AKAP terintegrasi, bagus menurut saya," terangnya.
Terkait persoalan ini, Azas menuding Dishub dan PT MRT bekerja tidak profesional. Walau begitu, upaya Gubernur DKI menginstruksikan Dishub dan PT MRT melakukan pendekatan yang baik, perlu didukung.
"Dalam hal ini saya katakan, Dishub dan PT MRT tidak profesional. Saya mendukung upaya Gubernur supaya dishub dan PT MRT melakukan pendekatan yang benar. Jangan dipaksakan terus," pungkasnya.
Dishub dinilai hanya mementingkan proyek dengan membangun terminal secara besar-besaran. Sementara sosialisasi terkait penutupan Terminal Bus AKAP di Lebak Bulus tak mau digencarkan.
"Jadi jangan terus berpikir bangun terminal yang besar-besar begitu. Dishub berpikirnya hanya proyek terus," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan ketika dihubungi, Rabu (8/1/2014).
Menurut Azas, sebelum memindahkan Terminal Bus AKAP di Lebak Bulus, Dishub DKI seharusnya membangun terminal transit seperti di luar negeri.
Di sana, luas terminal transit tidak ada yang lebih dari satu hektare, misalnya seperti di Tokyo yang hanya punya lima terminal.
"Itu kan memang bagus jika nanti sudah jadi, ada terminal bus AKAP terintegrasi, bagus menurut saya," terangnya.
Terkait persoalan ini, Azas menuding Dishub dan PT MRT bekerja tidak profesional. Walau begitu, upaya Gubernur DKI menginstruksikan Dishub dan PT MRT melakukan pendekatan yang baik, perlu didukung.
"Dalam hal ini saya katakan, Dishub dan PT MRT tidak profesional. Saya mendukung upaya Gubernur supaya dishub dan PT MRT melakukan pendekatan yang benar. Jangan dipaksakan terus," pungkasnya.
(ysw)