60% dari 162 masjid di Jabar tak bersertifikat

Selasa, 07 Januari 2014 - 12:42 WIB
60% dari 162 masjid...
60% dari 162 masjid di Jabar tak bersertifikat
A A A
Sindonews.com - Masih ingat Masjid Teja Suar di Cirebon yang dijual ahli waris pemilik lahan? Ternyata sama dengan Teja Suar, banyak masjid di Jawa Barat tak bersertifikat wakaf bahkan tak bersertifikat tanah.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Zulkarnaen, mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masjid dan musala di Jawa Barat mencapai 162 ribu.

Namun lebih dari setengah jumlah masjid di Jawa Barat itu tidak bersertifikat. Pemilik tanah mayoritas mewakafkan lahan untuk dibangun masjid, tapi surat wakaf atau surat tanahnya tidak diurus.

"Diperkirakan 60 persen itu tidak memiliki sertifikat tanah," kata Zulkarnaen di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/1/2013).

Padahal, dari 162 ribu masjid dan musala yang ada, mayoritas berdiri di atas tanah wakaf. "Hampir 85 persen masjid (dan musala) itu berdiri d atas tanah wakaf," ungkapnya.

Permasalahan tak jarang timbul setelah orang yang mewakafkan meninggal. Ahli waris 'mengambil kembali' tanah wakaf orangtuanya untuk dijadikan rumah atau bangunan lainnya. Hal seperti itu sulit dicegah karena masjid atau mushola tidak memiliki sertifikat.

Kondisi seperti itu yang kemudian harus diubah. Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf harusnya disertifikatkan. Sehingga secara hukum kedudukan masjid itu sah dan tidak bisa 'diambil kembali' oleh ahli waris.

Sebagai warga Ciamis, Zulkarnaen mengatakan di daerahnya tanah wakaf untuk masjid atau mushola cukup melalui lisan. Sedangkan sertifikatnya diabaikan oleh masing-masing pihak atas dasar kepercayaan.

"Secara yuridis (masjid atau musala tidak bersertifikat) tidak bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Ke depan, DMI akan menginventarisir masjid dan musala di Jawa Barat. Yang belum memiliki sertifikat diharapkan diurus sertifikatnya.

"Kalau yang sudah punya sertifikat tanah wakaf, alhamdulillah. Kalau yang belum, Insya Allah kami akan coba mengadvokasi," tutur Zulkarnaen.

Dalam audiensi dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), ia mengaku mendapat respon positif. Aher mendukung sertifikasi untuk masjid dan musala.

Aher lalu mengarahkan agar DMI bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Pak Gubernur mengarahkan untuk datang ke BPN. Mungkin kita akan kerja sama dengan BPN (untuk sertifikasi masjid dan mushola)," ujar Zulkarnaen
(lns)
Berita Terkait
QNet Ajukan Perpanjangan...
QNet Ajukan Perpanjangan Izin Usaha, Kuasa Hukum: Prosesnya Sesuai Prosedur
Permudah Perizinan,...
Permudah Perizinan, Pemerintah Parepare Buka Layanan Berbasis Online
Omnibus Law Bikin Izin...
Omnibus Law Bikin Izin Investasi Makin Gampang, Hanya Perlu Selembar Kertas
Kemendag Terapkan Izin...
Kemendag Terapkan Izin Ekspor Impor Melalui Sistem INSW
Jokowi: Perizinan Tak...
Jokowi: Perizinan Tak Sehat, Rakyat Jadi Korban
Sah! Pelabuhan Tiga...
Sah! Pelabuhan Tiga Saudara Jadi Operator Terminal Muara Berau
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
3 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
6 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
7 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved