Tahun ini, 134 kebakaran terjadi di Bandung
Senin, 30 Desember 2013 - 11:51 WIB
Tahun ini, 134 kebakaran terjadi di Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 134 kebakaran terjadi di Kota Bandung selama 2013. Angka itu tidak berbeda jauh dibanding tahun lalu yang mencapai 136 kejadian.
"Itu data yang kita catat sampai 27 Desember," kata Pelaksana Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Ernan Purnawan, kepada wartawan, Senin (30/12/2013).
Dari 134 kebakaran itu, mayoritas terjadi di rumah dengan prosentase 60 persen. Sedangkan sisanya bangunan industri 7 persen, kendaraan 3 persen, dan lain-lain 30 persen. "Penyebab kebakaran terbanyak karena korsleting listrik (44 persen)," terangnya.
Dia pun mengingatkan, masyarakat agar melakukan pengecekan terhadap kabel-kabel yang ada di rumah. Untuk kabel yang rapuh, sebaiknya segera diganti. "Minimal kabelnya diganti dengan yang standar SNI," ungkapnya.
Sisanya, kebakaran di antaranya disebabkan oleh kompor, rokok, dan lampu. Sementara meski jumlah kebakaran cukup banyak, jumlah korban jiwa terbilang sedikit. Hanya satu orang meninggal dunia dan tiga orang luka-luka.
Untuk perkiraan kerugian, angkanya cukup fantastis yaitu Rp27,2 miliar. Sementara untuk total areal yang terbakar mencapai 22.836 meter persegi.
Ernan mengatakan, masyarakat sebaiknya waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran. Sehingga kejadian kebakaran bisa diminimalisir.
"Itu data yang kita catat sampai 27 Desember," kata Pelaksana Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Ernan Purnawan, kepada wartawan, Senin (30/12/2013).
Dari 134 kebakaran itu, mayoritas terjadi di rumah dengan prosentase 60 persen. Sedangkan sisanya bangunan industri 7 persen, kendaraan 3 persen, dan lain-lain 30 persen. "Penyebab kebakaran terbanyak karena korsleting listrik (44 persen)," terangnya.
Dia pun mengingatkan, masyarakat agar melakukan pengecekan terhadap kabel-kabel yang ada di rumah. Untuk kabel yang rapuh, sebaiknya segera diganti. "Minimal kabelnya diganti dengan yang standar SNI," ungkapnya.
Sisanya, kebakaran di antaranya disebabkan oleh kompor, rokok, dan lampu. Sementara meski jumlah kebakaran cukup banyak, jumlah korban jiwa terbilang sedikit. Hanya satu orang meninggal dunia dan tiga orang luka-luka.
Untuk perkiraan kerugian, angkanya cukup fantastis yaitu Rp27,2 miliar. Sementara untuk total areal yang terbakar mencapai 22.836 meter persegi.
Ernan mengatakan, masyarakat sebaiknya waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran. Sehingga kejadian kebakaran bisa diminimalisir.
(san)