Warga protes pembangunan SPBU di Terminal Tanon

Jum'at, 20 Desember 2013 - 21:56 WIB
Warga protes pembangunan...
Warga protes pembangunan SPBU di Terminal Tanon
A A A
Sindonews.com - Sejumlah warga dan pedagang di Sub Terminal Angkutan Pedesaan Tangen menolak rencana pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kompleks tersebut.

Warga beralasan, lokasi terminal merupakan tempat untuk mencari nafkah sehari-harinya. Sekitar 40 pedagang menggantungkan hidupnya dengan membuka usaha di sekitar terminal akan kehilangan mata pencahariannya jika SPBU itu berdiri

Salah satu tokoh masyarakat Tangen, Joko Kristanto kepada wartawan menjelaskan, keberadaan kawasan Sub Terminal Tangen sudah dilindungi Perda. Jadi kawasan tersebut tidak bisa begitu saja beralih fungsi.

"Pemkab mestinya tidak memberikan izin seenaknya. Apalagi sampai ada alih fungsi lahan, jelas ini melanggar Perda," terangnya di Sragen, Jawa Tengah, Jumat 20 Desember 2013.

Menurut Joko, bila pendirian SPBU dilanjutkan keadaan di sekitar Sub Terminal Tangen dan sekitarnya akan menjadi semakin semrawut. Karena angkutan pedesaan pasti akan memilih parkir di tepi jalan, dan ini bisa menambah kemacetan juga mengganggu pengguna jalan lain.

"Pemkab mestinya melakukan perbaikan terminal agar lebih ramai. Bukan dialih fungsikan menjadi SPBU. Keberadaan sub terminal sangat penting untuk menata Kecamatan Tangen dari kesemrawutan," jelasnya.

Ditambahkan dia, di kawasan ini belum begitu mendesak didirikan SPBU. Terlebih lagi jumlah kendaraan yang melintas juga tidak banyak, meski Tangen juga menjadi jalur alternatif ke Purwodadi dan Blora. Tetapi Tangen bukan tempat singgah dan hanya sebatas dilintasi saja.

Penolakan pendirian SPBU juga dilakukan oleh Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sragen Utara. Sri Wahono, salah satu aktivis Formas Sragen menyebutkan, rencana pembagunan SPBU di lahan Sub Terminal Tangen hanya akan menghamburkan uang rakyat, apabila dana pembangunannya diambil dari APBD.

"Sragen punya Perusda SPBU. Kalau nanti yang membangun adalah pemkab, tentunya bisa dibilang pemborosan," jelasnya.

Pendirian SPBU juga membunuh usaha puluhan pedagang bensin eceran yang bergantung hidup dari berjualan bensin eceran. "Artinya pembangunan SPBU bisa memunculkan pengangguran baru di wilayah Tangen," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
12 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved