Ini curhat masyarakat soal angkutan umum di Jakarta
Jum'at, 20 Desember 2013 - 11:02 WIB
Ini curhat masyarakat soal angkutan umum di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Ketidaknyamanan masyarakat Jakarta bukan hanya dikarenakan jalan rusak dan kemacetan, melainkan angkutan umum yang melayani juga tidak manusiawi. Bahkan, terkadang ditemukan angkutan umum yang tidak layak dan membahayakan penumpang.
Erni (23) karyawan swasta yang setiap harinya harus menggunakan angkutan umum mengeluhkan ketidaknyamanan yang dialaminya setiap hari. Erni yang bekerja di kawasan Grogol mengaku setiap harinya dia harus berdesakan dan juga tidak merasakan kenyamanan.
"Busnya itu sudah keropos, dan kadang-kadang juga asap kenalpotnya masuk ke dalam," katanya, Jumat (20/12/2013).
Apa yang dialaminya ini sudah setiap hari dirasakannya, dan dia mengaku kalau hal tersebut terpaksa karena tidak ada angkutan lainnya.
Sementara, bila harus naik bus yang lebih baik seperti patas AC dirinya juga tidak menemukan kenyamanan. Karena, label AC yang terpampang di kaca bus hanya tulisan belaka sementara kalau sudah naik bukan lagi dingin yang dirasakannya melainkan sama dengan bus reguler biasa.
Menurutnya, tidak ada angkutan umum di Jakarta ini yang bisa memberikan kenyamanan. "Busway aja sekarang sumpek, penuh dan nunggunya lama. Sama saja seperti naik bus umum biasa," tuturnya.
Baca juga: Jokowi akui Jakarta tertinggal benahi transportasi
Erni (23) karyawan swasta yang setiap harinya harus menggunakan angkutan umum mengeluhkan ketidaknyamanan yang dialaminya setiap hari. Erni yang bekerja di kawasan Grogol mengaku setiap harinya dia harus berdesakan dan juga tidak merasakan kenyamanan.
"Busnya itu sudah keropos, dan kadang-kadang juga asap kenalpotnya masuk ke dalam," katanya, Jumat (20/12/2013).
Apa yang dialaminya ini sudah setiap hari dirasakannya, dan dia mengaku kalau hal tersebut terpaksa karena tidak ada angkutan lainnya.
Sementara, bila harus naik bus yang lebih baik seperti patas AC dirinya juga tidak menemukan kenyamanan. Karena, label AC yang terpampang di kaca bus hanya tulisan belaka sementara kalau sudah naik bukan lagi dingin yang dirasakannya melainkan sama dengan bus reguler biasa.
Menurutnya, tidak ada angkutan umum di Jakarta ini yang bisa memberikan kenyamanan. "Busway aja sekarang sumpek, penuh dan nunggunya lama. Sama saja seperti naik bus umum biasa," tuturnya.
Baca juga: Jokowi akui Jakarta tertinggal benahi transportasi
(ysw)