Farhat Abbas 'perang' dengan Ridwan Kamil di Twitter
Kamis, 12 Desember 2013 - 18:03 WIB
Farhat Abbas 'perang' dengan Ridwan Kamil di Twitter
A
A
A
Sindonews.com - Setelah berkicau 'menghantam' keluarga musisi Ahmad Dhani, pengacara sensasional, Farhat Abbas, kini kembali melayangkan sindiran-sindiran pedasnya melalui akun twitter @farhatabbaslaw. Pihak yang jadi sasaran adalah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK).
Dalam beberapa pekan terakhir, Farhat menulis tweet tentang RK. Sejumlah kebijakan pun dikritik. Beberapa hari lalu, Farhat bakan menyindir RK soal program naik bus gratis bagi para siswa di Kota Bandung.
"Gara-gara Senin gratis naik angkot Bandung, banyak siswa bolos sekolah naik angkot pagi sampai sore," kata Farhat melalui tweetnya.
Tweet itu lalu dibalas RK melalui akun pribadinya, @ridwankamil. RK menyebut apa yang diungkapkan Farhat adalah mengarang. "Tetot #2. Ngarang. Bis bkn angkot RT @farhatabbaslaw: Gara2 senin gratis naik angkot Bdg, byk siswa bolos sekolah naik angkot pagi smp sore".
Saling sindir kemudian sempat terjadi. RK sempat mengingatkan para pelajar bahwa setiap senin mereka gratis naik bus Damri ke segala arah. Ia pun menambahkan kata-kata bus berbeda dengan angkot. Seolah tak mau kalah, Farhat kembali berkicau di Twiiter dengan meminta RK untuk menanggapi kritik dengan bijak.
Hal itu pun banyak menuai komentar dari banyak pengguna Twitter, ada yang pro dengan dengan RK, ada juga yang pro degan Farhat.
Disinggung soal perseteruannya dengan Farhat di Twitter, RK menanggapinya dengan santai. "Saya mah santai saja karena poin-poinnya (tweet Farhat di twitter) banyak enggak penting," kata RK saat ditemui di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2013).
RK mengaku selama ini selalu terbuka sebagai untuk menerima kritik dari siapapun. "Tapi kalau saya sebutkan jadilah orang dengan kritik etis, mengkritik tapi dengan etika," tegasnya.
Bahkan ia menyebut tweet yang ditulis Farhat ada beberapa yang salah. "Suka salah, marah-marah bilang anak dijadikan tukang sapu, bohong kan," ungkapnya.
Untuk sindiran soal program naik bus Damri gratis, ia justru menyindir Farhat. "Saya baru tahu ternyata ada yang tidak bisa membedakan angkot dengan bus," ucap RK.
Ia mengaku tidak sakit hati dan akan cuek menanggapi berbagai lontaran kritik yang dilakukan Farhat. "Biarin saja nanti juga capek sendiri. Energi saya, saya fokuskan mendingan untuk memimpin Kota Bandung," tuturnya.
Tapi apa yang diungkapkan Farhat di twiiter sesekali perlu dibalas. "Sesekali perlu (dibalas) upaya orang juga tahu bahwa asumsi-asumsinya salah. Saya hanya membalas pada saat faktanya salah, itu saja. Tapi yang lain-lain mah saya cuekin," ujar RK.
Dalam beberapa pekan terakhir, Farhat menulis tweet tentang RK. Sejumlah kebijakan pun dikritik. Beberapa hari lalu, Farhat bakan menyindir RK soal program naik bus gratis bagi para siswa di Kota Bandung.
"Gara-gara Senin gratis naik angkot Bandung, banyak siswa bolos sekolah naik angkot pagi sampai sore," kata Farhat melalui tweetnya.
Tweet itu lalu dibalas RK melalui akun pribadinya, @ridwankamil. RK menyebut apa yang diungkapkan Farhat adalah mengarang. "Tetot #2. Ngarang. Bis bkn angkot RT @farhatabbaslaw: Gara2 senin gratis naik angkot Bdg, byk siswa bolos sekolah naik angkot pagi smp sore".
Saling sindir kemudian sempat terjadi. RK sempat mengingatkan para pelajar bahwa setiap senin mereka gratis naik bus Damri ke segala arah. Ia pun menambahkan kata-kata bus berbeda dengan angkot. Seolah tak mau kalah, Farhat kembali berkicau di Twiiter dengan meminta RK untuk menanggapi kritik dengan bijak.
Hal itu pun banyak menuai komentar dari banyak pengguna Twitter, ada yang pro dengan dengan RK, ada juga yang pro degan Farhat.
Disinggung soal perseteruannya dengan Farhat di Twitter, RK menanggapinya dengan santai. "Saya mah santai saja karena poin-poinnya (tweet Farhat di twitter) banyak enggak penting," kata RK saat ditemui di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2013).
RK mengaku selama ini selalu terbuka sebagai untuk menerima kritik dari siapapun. "Tapi kalau saya sebutkan jadilah orang dengan kritik etis, mengkritik tapi dengan etika," tegasnya.
Bahkan ia menyebut tweet yang ditulis Farhat ada beberapa yang salah. "Suka salah, marah-marah bilang anak dijadikan tukang sapu, bohong kan," ungkapnya.
Untuk sindiran soal program naik bus Damri gratis, ia justru menyindir Farhat. "Saya baru tahu ternyata ada yang tidak bisa membedakan angkot dengan bus," ucap RK.
Ia mengaku tidak sakit hati dan akan cuek menanggapi berbagai lontaran kritik yang dilakukan Farhat. "Biarin saja nanti juga capek sendiri. Energi saya, saya fokuskan mendingan untuk memimpin Kota Bandung," tuturnya.
Tapi apa yang diungkapkan Farhat di twiiter sesekali perlu dibalas. "Sesekali perlu (dibalas) upaya orang juga tahu bahwa asumsi-asumsinya salah. Saya hanya membalas pada saat faktanya salah, itu saja. Tapi yang lain-lain mah saya cuekin," ujar RK.
(rsa)