Pembunuh apoteker di Tangerang ngaku anak caleg
Kamis, 12 Desember 2013 - 12:58 WIB
Pembunuh apoteker di Tangerang ngaku anak caleg
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap karyawan apotek bernama Rahayu Ekawati (23), bernama AS (30) mengaku anak calon anggota legislatif (caleg) saat ditangkap.
“Bapak saya caleg DPRD,” ujar AS saat diperiksa di Mapolsek Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (12/12/2013). Kontan pengangkuan tersebut malah menjadi bahan olok-olokan, sebab AS tidak mengetahui, DPRD mana dan asal daerah pemilihan mana ayahnya mencalonkan diri.
Warga Kampung Pondok Serut, RT 01/03, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan itu pun mengaku sadar ketika menusuk Rahayu. “Cuma minum pil leksotan saja, saya masih sadar,” katanya.
Dirinya mengaku, khilaf dan menyesal atas kejadian tersebut. Dia tidak mengira korbannya akan meninggal. “Padahal saya hanya meminta uang Rp20 ribu untuk ongkos pulang, “ tambahnya.
Sedangkan saat ditanya darimana dia mendapat pisau dan sejata airsoft gun? AS mengaku mantan penjual mobil bekas dan memiliki senjata airsoft gun untuk jaga-jaga.
Kapolsek Ciledug AKP Imam Santoso menuturkan, awalnya pelaku berdalih tidak mengkonsumsi apa pun. Namun, dilihat dari perilaku pelaku, terlihat jelas bahwa pelaku sedang mabuk.
“Soal kebenaran ayahnya adalah salah seorang caleg, kita akan melakukan kroscek kepada keluarga pelaku,” katanya.
Baca juga: Apoteker tewas ditembak rampok
“Bapak saya caleg DPRD,” ujar AS saat diperiksa di Mapolsek Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (12/12/2013). Kontan pengangkuan tersebut malah menjadi bahan olok-olokan, sebab AS tidak mengetahui, DPRD mana dan asal daerah pemilihan mana ayahnya mencalonkan diri.
Warga Kampung Pondok Serut, RT 01/03, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan itu pun mengaku sadar ketika menusuk Rahayu. “Cuma minum pil leksotan saja, saya masih sadar,” katanya.
Dirinya mengaku, khilaf dan menyesal atas kejadian tersebut. Dia tidak mengira korbannya akan meninggal. “Padahal saya hanya meminta uang Rp20 ribu untuk ongkos pulang, “ tambahnya.
Sedangkan saat ditanya darimana dia mendapat pisau dan sejata airsoft gun? AS mengaku mantan penjual mobil bekas dan memiliki senjata airsoft gun untuk jaga-jaga.
Kapolsek Ciledug AKP Imam Santoso menuturkan, awalnya pelaku berdalih tidak mengkonsumsi apa pun. Namun, dilihat dari perilaku pelaku, terlihat jelas bahwa pelaku sedang mabuk.
“Soal kebenaran ayahnya adalah salah seorang caleg, kita akan melakukan kroscek kepada keluarga pelaku,” katanya.
Baca juga: Apoteker tewas ditembak rampok
(ysw)